APA PERASAANMU KALAU JADI KARYAWAN SEVEL?

Lagi rame-rame bahas tentang penutupan seluruh gerai sevel. Ada yang bahas tentang regulasi pemerintah yang berperan terhadap penutupan ini, ada juga yg berpendapat karena memang bisnis model dan segmentasinya yang ga jelas

Tapi saya tertarik melihat sisi lain setelah baca satu berita. Dimana penutupan sevel akan mengancam lebih dari 1600 pegawai menjadi pengangguran.
Padahal menurut BPS, data Februari 2017 jumlan penganguran sudah mencapai 7,01 juta orang walaupun katanya ini menurun setiap tahunnya

Kejadian penutupan sevel ini pasti akan mambah angka ini. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan tahun 2016, total karyawan yang dipekerjakan sevel mencapai 1.605 orang yang terdiri dari berbagai jenjang pendidikan.

Di antaranya, 1.384 orang lulusan SMA, 62 orang lulusan diploma, 145 orang lulusan S1 dan 2 orang lulusan S2. Ada pula, 7 orang yang berpendidikan SMP dan 5 orang berpendidikan SD.

Kebayang gak sekarang perasaan para pegawai sevel? Deg deg-an? Atau dah siap2 loncat keperusahaan lain?

Di era disrupsi seperti saat ini, sebenernya ga akan ada lagi tingkat keamanan yang sangat tinggi bagi seorang profesional atau pengusaha.
Dunia berubah begitu cepatnya. Seorang supir bluebird zaman dl bisa berbangga bahwa penumpangnya bisa sampe rela antri di bandara. Sekarang harus berjuang lebih keras menghadapi persaingan dengan taksi online.

Menurut saya diantara 1600 karyawan sevel setidaknya ada 3 golongan ini:

1. Golongan yang pasrah dan putus asa. Jumlahnya hanya sedikit. Golongan yang udah bingung banget harus ngapain setelah kejadian ini. Ibaratnya main bola, ini klub yang cuma berjuang menghindari degradasi. Kerjanya juga asal ga dipecat aja, udah bisa bersyukur banget.

2. Golongan yang siap-siap cari kerja lagi. Paling banyak anggotanya, kelompok medioker dengan kemampuan rata-rata. Kalau di bola neh, ibarat tiap musim urutannya antara 8-13. Itu aja…. jangankan ngimpi juara, masuk liga champion juga kagak. Kerja ya asal selesai tugas aja. Biasanya kelas pegawai 8-17, diluar jam kerja bye bye.

3. Golongan yang tenang-tenang aja. Koq bisa? Biasanya ini golongan yang anggotanya sedikit, bahkan bisa dibilang sedikit banget. Golongan yang punya kualitas diatas rata2. Nah ini neh, ibarat klub bola kelasnya favorit juara. Kalau ini bicara kuantitas dan kualitas kerja dah jadi jaminan.

Golongan ketiga ini punya keyakinan bahwa perusahaannya akan berusaha mempertahankan mereka. Atau mereka yakin kalau mereka keluar pun akan banyak perusahaan yang mau merekrut mereka.

Trus gimana caranya bisa masuk golongan ketiga? Ilmu yang saya dapatkan dari beberapa guru. Saya pun praktekin loh ketika jadi profesional dulu 😀.
Caranya……. pastikan kamu harus bisa jalanin semuanya. Orang di golongan ketiga harus seperti ini:

1. Mencapai prestasi berulang ulang
2. Dikenal orang yang tepat dan orang yang banyak
3. Berperilaku menyenangkan
4. Selalu upgrade diri

PRESTASI BERULANG
Ini ukuran paling awal, kalau kamu jadi karyawan, kamu termasuk karyawan berprestasi atau tidak?
Kalau sekali berprestasi atau capai target, bisa jadi beruntung. Tapi kalau capai target dan berprestasi terus menerus, berarti karena skill.
Nah orang golongan ketiga standar kerjanya tinggi, jadi biasanya berprestasi dari tahun ke tahun.
Jadi kalau dikasih target 1M dan tercapai 1M, ga usah bangga. Itu namanya kewajiban. Apalagi tercapai targetnya cuma sekali-sekali doang

Orang di golongan ketiga biasanya punya prinsip “give more, expect less”.
Ketika dikasih target 1M, otaknya kerja buat 1,25M. Ketika target 5M, otaknya kerja buat target 7M.

Dikasih target kelar selesai seminggu, ternyata 3 hari selesai.
Diminta 2 data aja, dikasih 4 data dan valid

Orang golongan ketiga ini juga biasanya selalu minta tanggung jawab lebih. Ga membatasi dirinya dengan job desc baku. Dan bersedia membantu rekan lain bahkan yang lintas divisi

Kalau mau ada di golongan ini berarti harus kerja lebih keras aja. dan bagusnya neh, ga banyak orang yang sanggup melakukannya. Banyak karyawan yang tau untuk bisa mencapai prestasi yang gemilang maka harus bekerja keras, namun gak banyak yang mau dan sanggup melakukannya. 


DIKENAL
Percuma berprestasi kalau ga dikenal. Orang golongan ketiga punya networking yang luas. Biasanya dia kenal banyak orang lintas divisi bahkan lintas perusahaan. Kenal banyak bos atau atasan di divisi lain. Bahkan dikenal oleh perusahaan lain

Ketika dia punya prestasi, dia berani membicarakannya dengan banyak atasan, termasuk atasan yang lintas divisi.
Percuma kamu berprestasi, tapi kamu cuma cerita ke tukang ojek langganan kamu. Yang ada cuma dikasih ucapan “selamat ya mas/mba, kamu hebat deh”. Tapi gaji dan hidup kamu ga akan berubah

Orang golongan ketiga punya kemampuan untuk membangun networkingnya, dimana dia dikenal banyak orang dari banyak kalangan.
Jadi belajar kenalan, perluas networking, dan jadikan silahturahmi itu jadi hobby.

Btw bedain ya ngejilat sama menginformasikan prestasi. Kalau ngejilat ngejual omongan kosong, kalau menginformasi, prestasi itu real adanya.

MENYENANGKAN
kalau kata Pa Jamil Azzaini, ga perlu pakai ilmu kodok melompat untuk sukses, sikut kanan kiri, injak bawahan, jilat atasan. Kalau kita berperilaku tidak menyenangkan, ga ada yang bantu, yang ada nambah musuh.

Makin kamu baik dan menyenangkan, makin banyak omongan positif yang beredar tentang kamu.
Kalau kamu sales, sekali kali lah traktir orang admin, gudang atau bagian lainnya kalau lagi dapet bonus. Kan kesehariannya juga dibantuin tim lain. Jadi jangan cuma nyuruhnya aja

Be Nice….!!!!

Ingatlah bahwa kebaikan kecil akan menciptakan kebaikan lainnya, yang pada akhirnya akan kembali kepada kita sendiri.

SELALU UP GRADE DIRI
Belajar sesuatu yang baru, pertajam kemampuan. Dan kita ga akan pernah tau apa yang terjadi.
Saya resmi resign dari profesional tahun 2013, tapi saya dah ikut seminar bisnis dan pengembangan diri dari tahun 2009. Bahkan saat itu juga belum tau dan kepikiran bakal mau usaha.
You have to pay the price for your self development….!!
Kalau emang ga ada budget dari perusahaan, bayar sendiri. BERANGKAT…!!!
Banyak-banyak baca buku, jangan kebanyakan baca berita online dari portal abal2.
Karena belajar itu bukan biaya, tapi investasi
Kalau mau masuk ke orang golongan ketiga, ini bagian yang penting.

Neh baca disini untuk tahu pentingnya baca buku

Indikator apa kalau kamu sudah atau belum ada di golongan ketiga? Jawab aja pertanyaan 3 pertanyaan ini

1. jika perusahaanmu mengurangi pegawai, apakah kamu termasuk yang di PHK atau yang dipertahankan?
2. Seandainya kamu terpaksa di PHK, seberapa banyak perusahaan kompetitor atau perusahaan lain yang akan memperebutkanmu?
3. Seandainya kamu di PHK dan akan beralih menjadi wirausaha, seberapa siapkah kamu?

Kalau masih bingung jawabnya apalagi ga punya jawaban, berarti saatnya BELAJAR LAGI….!!!!

Udahan ah….
Catatan sok tau, dipojokan rumah ibu di Cilacap
Ga bisa tidur lagi

Salam….

Silahkan di share jika dirasa bermanfaat

CERITA TEMBOK CINA DAN SALES MINUMAN TEH

Ada sebuah fakta menarik yang mengatakan bahwa setelah sebuah presentasi produk, 63% orang peserta mengingat cerita dan hanya 5% yang mengingat statistik.
Hal ini membuktikan bahwa cerita adalah hal yang lebih mudah diingat dan merupakan teknik yang sangat dahsyat bagi seorang penjual untuk mengkomunikasi dan memotivasi costumer untuk melakukan pembelian.

Seth Godin juga berkata
“Marketing is storytelling. The story of your product, built into your product. The ad might be part of it, the copy might be part of it, but mostly, your product and your service and your people are all part of the story. Tell it on purpose”

img-1514862509.jpg
 

Dan hari kemarin jadi ngerasain banget jadi korban story telling.
Yang ga kepikiran beli, akhirnya jadi beli
yang tadinya ga pengen jadi ya diada2in pengen aja

Jadi ceritanya hari kemarin jalan travelling pake jasa tour guide lokal
Namanya lisa…..
Rute perjalanannya adalah ke Great Wall, Ming Tomb, Pabrik Giok dan Wisata Minum Teh

Lisa orang yang menyenangkan. Bahasa inggrisnya cukup jelas untuk bisa dimenegerti

Di awal lisa bercerita tentang sejarah pembuatan Great Wall, sebuah tembok raksasa yang membentang lebih dari 8000 km yang dibangun untuk menghalau musuh. Dibangun sampai 3 generasi dinasti, walau dinasti Ming adalah yang paling banyak membangun. Tembok ini dibangun diatas pengunungan dengan tangan manusia.
Ketika diatas berapa jumlah korban selama pembangunan. Lisa menjawab “countless”, karena saking banyaknya.

Lisa menyambung cerita tentang Kaisar Ming. Ia bilang istri sah kaisar cuma 1, tapi boleh punya selir berapapun. Bahkan Kaisar Ming dipercaya punya selir sampai 3000 selir (nice 🤣😜…… hehehe). 
Anehnya dia boleh memiliki wanita manapun yang dia inginkan, sedangkan istri sahnya hanya boleh dipilihkan oleh ibu suri (what….🤣😂😅)

Menurut lisa hadiah terbaik yang diberikan oleh kaisar adalah batu giok. Itulah kenapa orang2 cina hampir semua punya giok
Bahkan orang orang kaya di cina dipastikan punya patung naga giok, yang letaknya selalu mengarah ke pintu masuk, namanya money dragon. Naga ini dipercaya membawa keberuntungan.

Lisa juga bercerita tentang budaya minum teh di cina dan bercerita segala macam jenis teh.
Ini tempat terakhir dan yang paling menarik, wisata minum teh. Di tempat terakhir, kami dimasukan kedalam sebuah ruangan dengan segala macam interior dan aksesoris khas cina. 

Seperti ruang tamu dengan meja di tengahnya. Diatas meja tersebut terdapat segala macam atribut dari berbagai bahan baku teh dan macam macam peralatannya untuk membuatnya.

Ada satu orang yang melayani dengan bahasa inggris yang sangat fasih. Berbaju tradisional cina dan berpenampilan menarik. What a nice packaging 😀.

“Si mbak teh” bercerita tentang teh dari jenis A sampai Z, bercerita tentang cara pembuatan dan penyajiaanya, berapa suhu yang diperlukan untuk mendapatkan teh terbaik dan juga yang pasti apa saja khasiatnya dari masing masing teh
Disaat akhir cerita dia selalu menuangkan ke gelas kecil kami dan kami meminumnya

Pengalaman yang asik dengan cerita tentang teh yang menarik. Selanjutnya kami diajak berkeliling melihat koleksi teh nya. Dan dia kembali bercerita banyak hal, kami berkerubung mendengarkan dengan seksama, betapa banyak hal tentang teh dan semua cerita itu diakhiri dengan sebuah kalimat pamungkas “SO….. WHICH ONE DO YOU LIKE?” sambil menyodorkan beberapa jenis paket teh

Ajaibnya……..
kami akhirnya mengambil paket teh yang rasa buah buahan, senilai 900 ribuan.
Awalnya gak pernah kepikiran beli teh semahal itu, lah minum teh aja belum tentu seminggu sekali ya

Tapi kami sungguh terpesona dari cara “si mbak teh” membawa kami kedalam sebuah cerita yang memberikan pengalaman emosional.

————————–——————–

Everybody love story

dia menjual tanpa harus menjual 
dia bukan menjual produk, namun dia menjual cerita

KFC menjual cerita Colonel Sanders
McD menjual cerita Ray Kroc. 
Airbnb menjual lewat cerita cerita konsumen mereka lewat ‘stories from the Airbnb community’. 
Heinz mencipatakan sup Get Well Soon dengan memberikan sentuhan personal pada packagingnya, cerita yang dibangun bagaimana kita memberikan perhatian pda orang yg kita cintai yang dalam keadaaan kurang baik.

Seperti yang dikatakan oleh seth godin, bahwa marketing adalah bercerita. Cerita tentang produk kita. Ceritakanlah dengan tujuan agar produk kita memiliki emosi

Dan saya menganggap bahwa toko teh tersebut sangat ahli dalam menjual cerita.
Jadi ciptakanlah cerita untuk produk kita, perusahaan kita atau bisnis kita

1. Cerita bisa berupa sejarah tentang produk kita. Bisa juga ttg perusahaan kita. Bagaimana memulai, bagaima perjalanan selama berkembang. Detail detail yang menarik bisa menimbulkan emosi

2. Cerita juga bisa diangkat dari keunikan produk. Misakan teh yang tadi. Dia bercerita bahwa teh hitam di zaman dulunya hanya disajikan untuk para kaisar, bukan untuk rakyat. Maka disaat kita meminumnya kita bisa merasakan sensasi menjadi “kaisar”

3. Cerita juga bisa dibuat dari bagaimana proses pembuatan produk. Ming Tomb di ceritakan bagaimana pilarnya dibuat dari kayu khusus, hanya 1 pohon untuk 1 pilar. Karena dari 1 pohon utuh proses mendatangkannya menjadi cerita tersendiri, karena proses pengiriman bisa dimulai saat musim panas dan datang dilokasi saat musim dingin. Lalu setelah bercerita dilanjutlah dengan jualan souvenir ya 😀

Menceritakan kisah kita adalah bagian penting cara kita menjual produk. Cara ini membantu kita agar calon konsumen bisa membangun koneksi dengan produk atau perusahaan kita.
Intinya sederhana saja, customer membeli karena emosi, emosi customer dapat dimunculkan melalui cerita yang mereka sukai

Udahan ah…….

Catatan ngasal juga karena ga bisa tidur lagi sepanjang Beijing – Jakarta. 
Salah2 kate, ane mohon maaf karena mau puasa 😀

Berangkat kesana dalam rangka pameran China Medical Equipment Fair, mohon doa agar PT. Cipta Medika Indonesia bisa ikut membuat cerita yang mewarnai dunia

Mozaix

BELAJAR DARI KEDINGINAN DI SUHU 5C

Berasa banget dapet pelajaran dari pengalaman ketika turun dari bus di Zurich, Swiss.

Saat turun, hujan gerimis romantis gitu deh.
Rintik rintik kecil yang kadar air hujannya cuma 10% dan 90% kenangan.
Suhu disini cukup mencekam buat saya, 10C.
Buat saya yang berbadan tipis begini, suhu segitu aja dan bikin tangan saya berasa kebas.

Nah sekarang dah belajar dari kejadian sebelumnya.
Ketika jalan dari Muechen menuju Zurich dah dapat info bahwa suhu akan drop disana.
Jadi di tas dah disiapin sweater, topi dan sarung tangan.
Ketika turun dari bus, dah siap buka koper dan disiapin, kaos kaki tambahan, jaket tebal dan syal barcelona kesayangan di bagian atas.
Jadi gampang ngambilnya.
Situasi terkendali, asyik buat selfie selfie

Dulu waktu pertama kali ngerasain dingin di jepang berasa langsung drop dan berasa mau mati disitu.
Ternyata suhu saat itu sampai 5C.
Saat itu dipinggir jalan, sambil menggigil, menunggu istri saya yang mengaduk2 isi koper mencari jaket tambahan.
Kebetulan ditaruh bagian bawah.
Jadi panic attack

Disinilah dapat pelajaran arti sebuah persiapan dan mengambil hikmah dari pengalaman
Dua kejadian kedinginan yang hampir sama memberikan hasil yang berbeda.
Pelajaran dari situasi ini adalah bagaimana dulu bisa sampai kedinginan, pengenalan diri dan tentang arti pentingnya mempersiapkan diri

Kalau mau dianalogikan
Begitu juga dalam kehidupan bisnis atau kehidupan lingkungan kerja.
Setiap pebisnis atau orang yg bekerja pasti pernah ngalamin salah atau gagal.

Satu hal yang ga boleh kelewat adalah pelajaran apa yang bisa diambil dari kegagalan tersebut.
Jangan sampai rugi dua kali lah.
Udah gagal, ga dapat manfaat pula dari kegagalan.
Makanya dari sini muncul sebuah kalimat dr guru saya,

“Tidak ada kata gagal, yang ada hanya sukses atau belajar”

Trus apa yang harus kita lakukan ya?

SELALU PELAJARI APA YANG SALAH KETIKA KITA GAGAL
Berpikirlah lebih ketika terjadinya kegagalan. Paksakan dirikita untuk bisa mencari jawabannya
Pertanyakan kepada diri kita sendiri beberapa pertanyaan ini

– Kenapa ya kita bisa gagal?
– Apa yang harus dilakukan seharusnya supaya kita berhasil?
– Manfaat dan pelajaran apa yang bisa diambil?
– Apa yang harus dirubah dimasa depan supaya tidak terulang?

Yakinlah bahwa kegagalan adalah kesempatan untuk belajar.
Henry Ford pernah mengatakan, bahwa kegagalan hanyalah kesempatan untuk memulai lagi, kali ini lebih cerdas.
Tentu saja pernyataan ini akan juga akan diamini oleh Thomas Alva Edison, sang penemu bola lampu. Seperti yang Edison lakukan dengan “sepuluh ribu” upaya kesalahannya. Dia meyakini bahwa SETIAP KEGAGALAN ADALAH GERAKAN KEARAH YANG BENAR.

SELALU SADAR APA KELEMAHAN DAN KELEBIHAN KITA
Dulu saat kedinginan awal saya ga terlalu tahu bahwa saya sebegitu ga kuatnya sama dingin
Saya tidak mengenali diri saya sendiri. Inilah salah satu kesalahannya
Walaupun kita harus fokus sama kekuatan yang kita miliki. Mengetahui dan mengatasi kelemahan juga bukan hal yang boleh dilupakan.
Dalam bekerja saya kuat dalam hal networking, saya terus pertajam dengan banyak bertemu orang. Namun dulu saat jadi sales, saya lemah dalam hal teknis. Oleh karena itu saya belajar siang malam tentang pengetahuan produk. Belajar dari buku, brosur sampai jurnal jurnal ilmiah #pencitraan
Dan hasilnya……
Tetep aja kagak ngerti. Heheheh

Akhirnya untuk menutupi kelemahan ini, ya terpaksalah minta tolong temen aja untuk bantu presentasi.
Segala hal saya lakukan supaya tim yang lain mau bantu
Dari bujukan, rayuan pulau kelapa, rengekan, paksaan sampai kalau perlu pakai ancaman. hehehe
Walau ga segitu nya seh

Bayangin aja, dulu pertama kali presentasi produk aja baru bisa sendiri setelah tahun ketiga kerja.
Itu juga terpaksa gara-gara para tim supportnya dah pada ngider semua ke tempat lain.
Intinya pecahkan masalah kita,
TUTUPI KELEMAHAN KITA DENGAN CARA APAPUN

SELALU LAKUKAN PERSIAPAN
Dalam dunia sales atau pekerjaan apapun
Saya selalu percaya keberuntungan
Saya bisa jualan juga karena faktor keberuntungan
Namun saya percaya formula keberuntungan disini adalah pertemuan antara kesempatan dan kesiapan
Kadang kesempatan datang tapi bila kita tidak mempersiapkan diri, maka kesempatan itu bisa hilang begitu saja

“persiapan adalah setengah dari kesuksesan”

persiapkanlah diri kita untuk segala hal
Sebelum melakukan suatu kegiatan maka persiapkan segalanya lebih detail

Sebagai ilustrasi bahwa seorang trainer terkenal terkenal sekelas Kek Jamil Azzaini,
Seorang guru besar bagaimana bisa berbicara yang bisa memberikan pengaruh.
Saya pernah ikut kelasnya Speak To Change, beliau mengatakan bahwa beliau yang sudah memberikan training mungkin ratusan atau ribuan kali, sebelum tampil dipanggung beliau tetap bersiap dan berlatih terlebih dahulu.

Jadi kalau kita yang masih kadar cupu gini, misal untuk presentasi produk, atau pada saat meeting dengan costumer tapi persiapannya ngasal dan seadanya aja
maka kegagalan bukanlah hal yang aneh.
Jangan biasakan diri kita menjadi orang yang apa adanya, dan itu dimulai dari persiapan.

“if you fail to plan, then you plan to fail”
Begitu kalimat bijaknya dari negeri seberang

MARI SAYANGI TEMAN KERJA YANG MENYEBALKAN

Senin pagi selalu jadi hari yang menggairahkan bagi saya.
Karena ini adalah hati rutin belajar bersama tim, MONDAY SHARING SESSION.

Minggu lalu yg kasih sharing adalah tim saya, bercerita tentang CINTA
Hehehe…

Dia juga membahas tentang bagaimana cinta kepada pekerjaan kita, kepada lingkungan kerja.

Wow…. what a nice topic

Kebayang gak 8 jam kerja sehari, hampir sepertiga hidup kita dihabiskan di kantor atau dunia kerja
Lingkungan kerja dan pekerjaan menurut saya sangat berkaitan
Akan sulit menyenangi pekerjaan kita, kalau lingkungan kerjanya ga menyenangkan
Nah kalau kita ga suka sama kerjaan atau sama lingkungan kerja.
artinya sepertiga hidup kita habis untuk sesuatu yang ga membahagiakan

Pertanyaan yang banyak mengemuka, bagaimna membuat lingkungan kerja yang nyaman?
Bagaimana membuat rekan rekan sekerja menjadi saling mencintai, saling menyayangi, saling tolong dan saling support?
Bagaimana bila ada seorang trouble maker atau public enemy di kantor kita?

Banyak caranya untuk mengatasi permasalahan ini…..
Tapi saya punya satu cara yang biasanya ampuh untuk mengatasi masalah-masalah ini
Terutama untuk mengatasi “orang orang sulit” di kantor

Jadi inget cerita dulu ketika ada temen saya pindah kerja ke tempat baru
Dia ngeluh karena temennya ga asik katanya
Kalau ditanya sesuatu ada yg jawabnya simple “gak tau” dengan kesan ga peduli,
Ada yg ngelempar suruh nanya yg lain dan ga pernah mau jawab.
Pokoknya temen saya ngerasa mereka semua ga helpfull

Saya kasih saran paling simpel
Coba dong sebelum tanya kasih makanan kecil selalu
Di cobalah saran ini
Selama seminggu selalu aja bawa makanan ke kantor
Kalau dia lagi pulang ke bandung selalu juga bawa oleh-oleh
Kalau lagi beli makan siang, beli lauk agak banyakan supaya bisa di bagi
Dan kadang makanannya ga perlu mahal mahal
and ternyata IT WORKS….
Mereka berubah, ketika temen saya melakukan hal baik yang kecil, ternyata temennya juga berubah menjadi lebih baik.

Saya pun merasakan hal yang sama
Sekitar sebulan lalu dikasih hadiah parcel, salah satu isinya itu tumbler starbucks
Walaupun sekarang starbucks yang lagi rame sebagai produk yang mendukung LGBT
Saya cuma pengen cerita tentang hadiahnya, bukan pengen cerita LGBT-nya.:)
Agak kaget ketika dapet bingkisan parcel ini katanya sebagai ucapan terima kasih karena dah dibantuin di satu projek

What a surprise…..

Apapun hadiahnya selalu bikin orang yang dikasih hadiah jadi bahagia.
Bahagia itu selalu menular
Dan percayalah, kebahagiaan itu pun akan berbalik kepada si pemberi
Saya aja jadi kebayang terus sama yang ngasih, bawaannya pengen ada proyek aja…..
(biar dikasih hadiah lagi) Hihihi

Tapi kan…..
Kadang selalu ada aja orang yang tidak menyenangkan di kantor
Gimana dong?
Biasanya itu terjadi cuma karena belum kenal kita aja
Merasa masih ada jarak untuk saling mengenal
Nah hadiah hadiah kecil itu dapat merapatkan jarak tersebut
setelah kenal biasanya sikap mereka pun bisa berubah

Ya jawabannya adalah HADIAH….

Saling berjabat tanganlah kalian, niscaya akan hilang rasa dengki; dan saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian kalian akan saling mencintai dan akan lenyap rasa permusuhan (HR Malik)

Saya selalu percaya bahwa hadiah itu menimbulkan cinta
Itulah yang selalu saya jadikan pegangan di lingkungan kerja.
Terutama bila kita masuk ke lingkungan yang baru

Jadi kalau ada orang yang kurang menyenangkan
Mungkin karena belum kenal aja
Ga perlu kita ikut2an bikin pasukan dibelakang kita untuk melawan orang tersebut
Dan kita ikutan jadi orang yang ga menyenangkan

Minimal kalau memang ada orang yang “super trouble maker”
dengan kita melakukan hal ini
Biasanya dia gak akan melakukan hal yang tidak menyenangkannya sama kita
Walau ga tau ya kalau sama yang lainnya Hehehe

Sungguh percayalah bahwa hadiah itu manis,
sama kuatnya dengan dengan sihir yang bisa meluluhkan hati
Mendekatkan yang jauh di hati hingga laksana saudara
Mampu mengubah permusuhan menjadi persahabatan
Membersihkan kedengkian dari hati sang seteru dan menghapuskan segala dosa

Masih gak percaya?
Cobain aja

Yuk belajar ngasih hadiah kecil
Yuk ciptakan lingkungan kerja yang menyenangkan dengan kontribusi kita didalamnya

Dan….
Yuk kita yang bikin gerakan “MARI SAYANGI ORANG YANG MENYEBALKAN” 🙂

MANTAN YANG BELUM MOVE ON

Mantan Yang Belum Move On

Bro gw galau neh, mau curhat sama elo…..
Diawal tahun kemarin sempet dapet pesen dari temen kantor. Ternyata ada mantan yang masih belum move on.
Nah loh..
Kaget juga sudah setelah sekian lama, kirain kami sudah sama2 melupakan luka masa lalu. Ternyata salah bro, dia masih menyimpam dendam membara dan sesak di dada akibat hubungan kami yang kandas di tengah jalan, karena tiada restu dari Yang Maha Kuasa.
Luka itu ternyata menggores terlalu dalam bro…..

Malam itu dapet screenshot, sepotong tulisnya seperti ini “apa kabar perusahaan? hahaha, pasti ada saatnya yang zolim akan musnah” Hehehe tenang bro, ini bukan bercerita tentang romansa anak SMA koq. Ini cuma cerita tentang seorang partner bisnis yang belum berdamai dengan dirinya sendiri disaat terjadinya pecah kongsi.

Gw dan tim di kantor sebenernya kaget dapet sms kaya gini. Gimana gak kaget, kami yang dah lewat 2 tahun, sibuk dengan diri sendiri membangun usaha, ternyata dia masih sibuk mikirin kami. Masih sempet sms orang di awal tahun hanya untuk mengirimkan sumpah serapah. Kami seh ketawa ketawa aja. How pity you are…..

You have to move on…!
Mau sampai kapan sibuk mikirin orang
Kenapa gak sibuk memperbaiki diri sendiri, keluarga sendiri dan bisnis sendiri aja

Lagian logikanya begini neh bro.
Kalau semisal ada artis wanita neh. Abis nikah sama suami 1, trus cerai. Nikah sama suami 2 trus cerai lagi, dst.
Trus dia ngoceh2 di infotainment tentang suami 1 yang begini, trus suami 2 yang begitu, dst….
Kalau situasinya seperti itu, ibu ibu komplek gw juga pasti bertanya tanya, jangan2 bukan suaminya yang brengsek, tapi si istrinya yang ngaco. Tapi kalau Farhat Abbas sama Regina, please deh jangan dijadiin acuan, karena gw ampe sekarang belum bisa menelaah keberadaan mereka di dunia nyata.

Begitu juga bisnis bro
Kalau jalan sama kita neh, trus pecah kongsi dan dia nyalahin kita. Trus dia bisnis lagi sama partner baru, kembali pecah kongsi dan beberapa versi lain yang kita temuin di lapangan. #kalau ada kesamaan nama, mohon maaf, itu pura pura aja tidak disengaja#
Sebenernya yang zolim itu kita atau siapa neh?
Baiknya kan ya jangan kebanyakan nyalahin orang lain atas apa yang terjadi sama hidup kita kan ya bro.
Karena kan ketika kita berkomitmen bersama, kesalahan yang dia buat pasti ada andil kesalahan dari kita dan vice versa.

Begitu juga dengan mantan karyawan.
Misalkan elo bro, kerja di perusahaan A terus gak cocok, pindah ke perusahaan B kembali gak beres, lanjut pindah ke perusahaan C sampai Z. Kalau masih gak cocok juga, lo mau kerja di perusaahaan abjad yang mana lagi?
Jangan2 bukan perusahaannya yang salah, tapi otak elo yang kurang seliter. Mana ada seh perusahaan yang bakal 100% sesuai keinginan hati elo.
Dan kalau dah punya status mantan karyawan setelah resign dari suatu perusahaan. Ga perlu lah terus terusan ngomong jelek ttg perusahaan elo ke semua orang di setiap waktu. Kasarnya dulu lo tuh pernah makan dari perusahaan itu. Baik atau buruknya itu perusaahaan, minimal tuh perusahaan dah pernah ngasih makan elo dan keluarga lah

Inget ini deh bro, sehebat hebatnya elo sekarang dalam berbisnis atau kerja di tempat baru. Suka ga suka pasti ada andil dari perusahaan atau partner bisnis sebelumnya. Karena selalu ada pelajaran yang bisa diambil dr perusahaan atau partner bisnis sebelumnya. Kalau lo punya pengalaman gagal, pasti kan loe belajar dong supaya gak kejadian lagi dengan perusahaan yang baru atau partner bisnis yang baru.
So… please lah, kalau emang dah pecah dalam berbisnis, mungkin emang cuma gaya kerja aja yang ga cocok. Tetep jadi teman atau saudara aja. Begitu juga dengan mantan karyawan. Please stop talking bullshit about your previous company.

Udahan ah curhatnya,

Salim sembah untuk semua guruku di perusahaan sebelumnya. All of you are my heroes……

Silahkan komen agar kita bisa berinteraksi dan share jika dirasa bermanfaat untuk orang lain

SURGA DI TEMPAT KERJA

Orang yang berbahagia di tempat kerja biasanya menjadi jauh lebih produktif di banding dengan orang yang tidak berbahagia, baik dengan pekarjaan, lingkungan atau tempat kerjanya. Perasaan bahagia itu dapat menghasilkan energi positif dan kepercayaan diri untuk menjalankan rutinitas kehidupan dan pekerjaan dengan totalitas. Lingkungan kerja yang diisi oleh orang-orang bahagia selalu memiliki gairah untuk menjadi lebih produktif.

Ada sebuah penelitian oleh para ekonom di Universitas Warwick menemukan bahwa kebahagian membuat para pekerja 12% lebih produktif. Sedangkan para pekerja yang tidak bahagia ternyata malah 10% lebih tidak produktif.

img-1514902326.jpg

Rata-rata kita menghabiskan 8 jam sehari di tempat kerja atau lingkungan pekerjaan. Di tambah dengan jarak tempuh rumah ke kantor, bisa jadi 10-12 jam. Bayangkan bahwa itu adalah separuh hidup kita dalam sehari. Bila kita menganggap bahwa pekerjaan kita bukanlah hal yang menyenangkan, artinya kita sudah membuang separuh hidup kita dalam sehari hanya untuk bersedih, tertekan, stress dan lebih parah lagi tidak menghasilkan.

Bagaimana cara untuk menciptakan hal tersebut:

1. Dirimu sendirilah yang menciptakannya

Manajemen perusahaan juga berperan dalam hal ini. Namun hanya sekedar menfasilitasi saja. Semua ini akan kembali kepada dirimu sendiri untuk menciptakan kesenangan dan kebahagiaan. Bagaimana mindset dan pola pikir kamu terhadap berkerja. Belajarlah untuk terus menyukai apa yang kamu kerjakan. Cari selalu nilai nilai positif dari tempat kamu bekerja. Dan berfokuslah pada nilai tersebut.

Gambaran ideal dari tempat kerja yang menyenangkan bagi kamu adalah dirimu sendiri yang paling mengetahuinya. Maka berperan aktiflah dalam hal tersebut. Ciptakan sendiri gambaran tempat kerja yang ideal bagimu, selama itutidak melanggar aturan perusahaan. Bahkan kamu pun bisa berperan aktif memberikan usul kepada manajemen, apa yang membuat kamu dan rekan rekan lain menjadi nyaman di tempat bekerja.

2. Berhenti mengeluh tentang segala hal.

Ketika mengeluh kita tak akan mengubah apapun. Mengeluh hanya akan menjadikan masalah menjadi semakin terasa berat, dan membuat tempat kerja menjadi jauh dari menyenangkan. Banyak mengeluh pun akan menurunkan kredibilitas kamu sebagai personal ataupun professional di dunia kerja. Tidak akan ada rekan kerja yang nyaman, bila kamu hanya terus bicara dan menyampaikan keluhanmu kepadanya tentang segala hal. Hal ini justru akan membuat rekan kerja menjadi antipasti dan membuat masalahmu menjadi semakin besar. Bila ada keluhan atau masalah maka bicarakanlah pada orang yang tepat dan cari solusinya.

3. Jadilah “team player”

Jadilah sahabat yang baik bagi rekan kerja dan andalan bagi atasan. Ketika kamu membantu orang lain, niscaya kamu pun akan di bantu dalam kondisi sulit. Jadilah orang yang menyenangkan bagi orang lain dengan selalu membantu. Seorang “team palyer” adalah menjadi orang yang partisipatif dan aktif untuk berkontribusi. Ijazah sekolah dan kuliah hanyalah tiket masuk dunia kerja, kecerdasan emosi dapat membuat kita dipromosikan, namun kepribadian yang menyenangkanlah yang bisa mengantarkan kita pada kesuksesan.

4. Sibukan dirimu dengan belajar.

Bila ada masalah di tempat kerja, itu artinya kita masih kekurangan ilmuuntuk mengatasinya. Semakin banyak masalah maka akan semakin tidak nyaman kita dalam bekerja. Oleh karena itu pentingnya kita meningkatkan kemampuan diridalam menyelesaikan masalah dan tantangan dunia kerja. Bila kamu terus belajar,ilmu kamu akan terus meningkat maka kamu akan semakin mudah dan ringan menyelesaikan tugas tugas di kantor. Hal ini akan meringankan beban kerja kamu yang bisa membuat kamu lebih rileks dan santai dalam bekerja. So…. Jangan pernah berhenti belajar dan memperbaiki diri, bila hasil yang didapatkan kamu adalah selain kebahagiaan juga promosi jabatan.

5. Ciptakan suasana fun.

Kreatiflah dalam menciptakan suasana menyenangkan bagi dirimu. Misalkan buat meja kerjamu menjadi lebih pribadi. Pasang foto foto pribadi yang membuat kamu semangat atau bahkan tersenyum. Bahkan kamu bisa mengusulkan game atau lomba sederhana hanya ntuk membuat meriah suasana kantor. Namun kembali lagi harus melihat situasi dan kondisi kantor kamu.

Salah satu CEO terkenal di dunia mengatakan “Enjoy your fucking job, be the best and stop complaining. Or go out, don’t be a coward”. Jadi bergeraklah, berubahlah untuk menciptakan kebahagianmu sendiri di tempat kerja. Kalau tidak, maka berani pulalah untuk keluar mencari kebahagiaan kerja di tempat lain. Selama kamu masih menjadi manusia, dan bukan pohon, maka bergeraklah untuk menciptakan surga di tempat kerja.

CARA SEDERHANA MENJADI JUARA

Semua orang di dalam hidup ini pastiingin menjadi yang terbaik, menjadi seorang juara. Terkadang hal ini bukanlah untuk menjadilebih unggul saja dari yang lain, namun ini soal cara meraih tujuan yang hendak dicapai.

Terkadangorang berpikir bahwa sangatlah sulit untuk menjadi juara dan hebat. Padahalkita hanya perlu melakukan sedikit hal lebih dari yang lain, Ya hanya sedikitsaja, namun konsisten dan penuh komitmen. Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan untukbisa menjadi juara dalam kehidupan sehari-hari, ataumenjadi juara dalam hal apapun. Belajarlah dari orang orang dibawah, dan pelajari apa yang mereka lakukan untuk menjadi juara

1. Seorang juara selalu memiliki tujuan yang jelas

Tujuanyang jelas sangatlah penting. Bahkan sebegitu pentingnya tujuan itu harussangat jelas, detail dan tergambar di dalam otak kita . Otak kita bagaikanpeluru kendali. Bila kita sudah memberikan tujuan yang jelas, spesifik, danmemiliki batas waktu, maka otak kita akan menjadi super kreatif untuk terusmencari jalan untuk mencapai tujuan tersebut. Sebuah kisah dari Florence Chadwick memberikan ilustrasi daripentingnya sebuh tujuan yang jelas

Florence Chadwick,seorang perempuan asal Amerika inimenetapkan tujuan yang jelas untuk menjadi perempuan pertama yang berhasilmenyeberangi Selat Catalina dengan berenang. Dialah wanita pertama yangberenang menyeberangi selatInggris bolak-balik. Pada saatitu usianya 34tahun. Jarak selat Catalina adalah sekitar 32 km

Tanggal 4Juli 1952, laut tampak seperti hamparan es dan kabut begitu tebalnya sehinggadia hampir tidak bisa melihat perahu yang mengawalnya. Ikan-ikan hiu berenang kearah dirinya,dan hanya bisa diusir dengan tembakan senapan. Dia berjuang terus, melawanair laut yang dingin, jam demijam.

Disisi Florence, disalah satu perahu yang mengawalnya,ibu dan pelatihnya terus memberikan dorongan. Mereka mengatakankepadanya tidak akan jauh lagi. Tetapi Florence hanya bisa melihat kabut didepannya. Mereka terus memberinya semangat untuk tidak berhenti. Namun hatinya goyah. Dia belum pernah berhenti….hingga saat itu. Hanya tinggal sekitar 1 mil lagi,dia menyerah dan minta ditarik keluar.

Ia kemudianmengatakankepada seorang reporter, ”Begini, sayatidak mencari alasan, tetapiseandainya saja saya melihat daratan, mungkin saya akan berhasil.” Bukan kelelahanatau air yang dingin yang membuatnya gagal. Tetapi kabut yang mengaburkan tujuannya yang menggagalkannya. Dia tidakbisa melihat tujuannya.

Dua bulan kemudian, Florence kembali menetapkan tujuannyamenyeberangi Catalina. Dia menetapkan tujuan yang lebih jelas dengan sudahmembayangkan melihat pesisir pulau tujuannya. Kabut yang menghadangnya pun tidakdapat membendung tujuannya dan dia berhasil.

2. Seorang juara berani membayar harga kenyamananuntuk sebuah kemajuan

Perenang fenomenal Michael Phelps mencetak sejarahdengan meraih delapan medali emas dalam Olimpiade Beijing 2008. Ia berhasilmemecahkan rekor Mark Spitz dengan 7 emas dalam satu Olimpiade yang telah bertahan hingga 36 tahun.

Ia sangat gusar saat wartawan mengatakan bahwa dirinya sangat beruntung saat meraih 8 medali emas pada Olimpiade2008. Dia mengatakan prestasinya itu bukan keberuntungan, tetapi dicapaimelalui kerja keras.

Ialalu mengatakan “bahwa saat kalian makan siang, saya sedang berlatih di dalam kolam renang. Saat kalianberlibur dengan keluarga, saya juga masih berlatih di sana. Saat orang lainberada dalam kenyamanan, saya telah menggadaikannya demi sebuah kerja keras untuk meraihkesuksesan”.

Seberapa banyak Michaelphelp berlatih untuk menjadi seorang legenda? Ia berlatih 6 jam sehari, 6 hariseminggu. Tanpa peduli hari libur atau tidak, tanpa peduli musim panas ataudingin. Dia berenang rata-rata 80 km setiap minggunya, atau rata-rata sekitar13,5 km setiap latihan.

Dia menyingkirkan segalasesuatunya hanya untuk latihan dan berenang. Ia sangat fokus dan beranimembayar mahal untuk menjadi seorang legenda.

3. Selalu lakukan hal yang lebihdan di luar biasa untuk berhasil

Kisah Vice President Citibank, Houtman ZainalArif, juga menunjukkan karakter ini. Asam, manis, pahit, asin pengalaman hidup telahdirasakan olehnya. Yang paling mencengangkan daribeliau adalah, beliau ini melamar kerja sebagai OB (Office Boy) tapi pensiunsebagai Vice Pressident. Houtman selalu melakukan hal yang di luar biasanya dalampekerjaannya, sehingga tugasnya yang hanya mengurusi kebersihan dapatdiselesaikan bahkan lebih dari itu.

Pekerjaan awalnya bermula dari The FirstNational City Bank atau sekarang disebut Citibank. Di kantor tersebut ia melamarsebagai OB pada 5 Desember tahun 1968, dan pensiun sebagai Vice Precident padaNovember 1987.

Ia tidak tau teori, bukanorang akademis. Satu menit pun gak pernah jadi mahasiswa, walau pada akhirnyabeliau justru pernah jadi dosen pasca sarjana. Beliau berkata bila beliau lebihberuntung karena apa saja yang terjadi di sekitar beliau selalu dijadikan pelajaran.

Waktu jadi OB, beliau melihat training.Karena jabatan beliau hanya OB, beliau tentu tidak dianggap. Bahasa Inggrisbeliau pun cuma sekedar yes-no. Tapi beliau berprinsip, “Saya harusberbuat. Saya harus pintar.” Setiap hari selama training itu,beliau ada di depan pintu dan mencatat semuanya.Training officer-nyalama-lama jadi menyuruh beliau masuk (tapi secara kasar).

Si training officer mengumumkanpada para trainer, “Pengumuman, dia tidak terdaftar dan dia tidak akan diuji,”kata training officer. Mendengarnya, Bapak Houtman tidakterima. Dia sudah berada di ruangan yang sama berarti dia sudah menjadi salahsatu trainer juga dan juga harus diuji. Si Trainingofficer pastinya marah. Udah untung dikasih masuk, eh minta diujijuga.

Pak Houtman lalu menantang diri beliau sendiri,“Saya harus lulus!” batin beliau. Padahal saingan beliau adalah lulusan UI,Michigan, Ohio, ITB dan banyak universitas TOP lainnya. Sementara beliau, SMAbisa lulus aja udah untung.

“Pokoknya harus lulus dan gak boleh jadi yangterakhir,” tekad beliau. Lalu Subhanallah, MahaSuci Allah, dari 34 orang beliautermasuk 4 besar dan beliau pada tahun 1978 dikirim ke Eropa.

Dia juga mengurusi fotokopi di tahun 1960-an saat seorangoffice boy belum piawai melakukan tugas menggandakan data saat itu. Dia maubelajar usai menuntaskan pekerjaannya. Alhasil, dia dipercaya untuk bertugassebagai penanggung jawab fotokopi kantor dan kembali melakukan hal yang di luarbiasanya.

Usai menuntaskan pekerjaannya, dia membantuproses administrasi, seperti mengerjakan proses stempel dan hal-haladministrasi lainnya, sehingga pada satu kesempatan dia diangkat menjadi stafkantor hingga kemudian merintis karier sampai puncak sebagai vice presidentbank kelas dunia ini.

4. Tidak pernah berhenti belajar

Untuk memiliki kupu-kupu di halaman dan rumah Anda, ada duacara yang dapat dilakukan. Pertama, dengan membawa jaring tetapi sedikit yangakan terjaring, sementara cara kedua adalah dengan membuat taman bunga sehinggakupu-kupu yang akan datang sendiri kepada Anda.

Seorang juara akan terus mengembangkan dirinyauntuk memiliki cara dan kualitas yang banyak dicari oleh berbagai kalangansehingga kesuksekan yang justru akan mendekatinya.