ANTARA ADAB DAN ILMU

ANTARA ADAB DAN ILMU

  Inspirasi Diri

Kemarin datang ke sekolah anak untuk ikut merayakan hari guru. Ada sebuah materi yang menarik, ketika ada bahasan mengenai adab di era digital dan apa hubungan adab dengan ilmu. 

Dalam bahasa arab hanya 3 huruf untuk kata adab. Lafadnya sedikit namun maknanya banyak. Bahkan sulit mencari padanan katanya yang sesuai dalam bahasa apapun

Ada banyak adab dalam kehidupan. Salah satunya ya adab kepada ilmu, dan juga termasuk adab kepada guru didalamnya.

Sebenarnya kata adab tidak ada yang disebutkan secara langsung didalam alquran. Namun bisa dikatakan adab di representasikan dalam surat At Tahrim ayat 6, dimana dikatakan diayat tersebut kewajiban kita memelihara diri dan keluarga dari api neraka. 

Kewajiban kita memelihara diri dan keluarga hanya bisa dilakukan bila kita berilmu. Namun kenyataannya ilmu itu tidak bisa berjalan sendiri, ia harus berjalan bersama adab

Saking pentingnya adab, bahkan ada ulama yang mengatakan bahwa lebih memerlukan adab yang banyak di banding ilmu. Karena bila ilmunya yg banyak namun adabnya sedikit, hanya kerusakanlah yg ditimbulkan

Imam Ibnu Qasim salah satu murid senior Imam Malik menyatakan, ”Aku telah mengabdi
kepada Imam Malik bin Anas selama 20 tahun. Dari masa itu, 18 tahun aku mempelajari adab sedangkan sisanya 2 tahun untuk belajar ilmu”. Demikianlah para ulama terdahulu, karena amat mementingkan belajar ahlak, bahkan menempuhnya dalam waktu yang cukup lama. Bahkan jauh lebih lama dibandingkan mencari ilmu itu sendiri

Sedangkan Imam Syafii ketika ditanya pendapatnya mengenai adab, ia menjawab bahwa mencari adab seperti seorang ibu yg mencari anak satu satunya yg hilang

Udah sadar begitu pentingnya adab? Udah makin tau adab dulu sebelum mencari ilmu?

Kalau belum.... 
ada tambahan cerita lagi dari Khalifah Harun al Rasyid. Ia menitipkan anaknya kepada seorang ulama untuk dididik. Setelah beberapa bulan ia datang kembali ke tempat sang ulama, dan ia melihat anaknya sedang menuangkan air untuk wudhu gurunya.

Tiba-tiba Sang Khalifah menegor sang ulama, dia berkata “hei syeikh bukankah aku menitipkan anakku untuk kau didik. Kenapa kau suruh hanya untuk menuangkan air?Seharusnya ia kau ajarkan menuangkan air dengan tangan kanan, dan tangan kirinya membasuh kakimu”

Wow banget kan ya

Nah.......
Makanya, yuk jaga kepantasan adab kita ketika belajar. Jaga adab kita kepada guru

Padahal dengan adab yang baik maka ilmu tersebut menjadi berkah. Bagaimana ingin mendapatkan keberkahan ilmu jika adabnya saja tidak diperhatikan. Ilmu tersebut mungkin tidak akan bertahan lama atau tidak akan mendapatkan berkah.

Kalau kita belum sukses..... jangan-jangan bukan karena salah ilmu atau gurunya. Namun karena adab belajar kita yang belum sesuai kepada ilmu dan guru

SELAMAT HARI GURU

Tulisan ini sebagai pengingat diri sendiri dan sebagai motivasi diri untuk lebih menghargai para guru 


Salam


Silahkan di share jika dirasa memberi manfaat

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Facebook

Kontak

Jakarta
081212285285
demo@template.com

Bantuan

Langganan

Back to Top