BENARKAH PERSIAPAN YANG BAIK ADALAH AWAL DARI KEMENANGAN?

Kamu nonton pertandingan2 sepakbola piala dunia di Russia gak?
Yang menarik dari pertandingan2 awal ini adalah banyaknya kejutan dimana tim unggulan ternyata kesulitan meraih kemenangan.

Kaya semalam Argentina dibenamkan Kroasia 0-3.
Eh ini termasuk kejutan gak seh? hahaha

Tapi pastinya
Yang paling fenomenal tentunya ketika Meksiko berhasil mengalahkan Jerman
Jerman yang sebelumnya begitu perkasa, merupakan juara dunia bertahan dan juga juara piala konfederasi
Tentu saja di jagokan ketika bertemu meksiko di pertandingan pembuka piala dunia 2018

Namun nyatanya….
Setelah selasai 90 menit, meksiko berhasil mengalahkan jerman 1-0
Kenyataannya bahwa kemenangan Meksiko bukanlah merupakan hasil instan.
Mereka mempersiapkan diri untuk pertandingan ini berbulan bulan

Ketika saya baca2 berita, ada hal menarik
Terungkap saat wawancara dengan pelatih Meksiko

Dia mengatakan
“Kami mulai menyusun rencana enam bulan yang lalu. Kami harus mengubah beberapa bagian karena ada cedera, tapi pada dasarnya memanfaatkan pemain-pemain yang sangat cepat di sisi sayap,”
Jelas pelatihnya saat diwawancara oleh Reuter

Menarik……

Hanya untuk pertandingan selama 90 menit
Mereka mempersiapkan diri berbulan bulan lamanya

Ada idiom yang mengatakan bahwa “PERSIAPAN YANG BAIK ADALAH SETENGAH DARI KEMENANGAN”

——————————

Cara Meksiko mempersiapkan diri, senada dengan apa yang ada dalam buku GREAT BY CHOICE karya dari Jim Collins
Menceritakan bagaimana pentingnya sebuah persiapan

Disana diceritakan kisah tentang Roald Amundsen yang mejelajah ke kutub selatan
Dia berlomba dengan pelaut bernama Robert Falcon Scott
Roald Amundsen benar benar mempersiapkan diri untuk pergi ke kutub selatan
Jauh lebih baik dari persiapan yang dilakukan oleh Robert Falcon Scott.

Bahkan JAUH…… JAUH…… LEBIH BAIK

Sebagai bagian dari persiapan bahkan Amundsen rela hidup terlebh dahulu dengan para penduduk eskimo yang memang terbiasa hidup di suhu dingin yang ekstrem. Ia mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapi situasi terburuk. Ia melatih dirinya sendiri sebelum badai kesulitan menghampirinya ditengah petualangannya menuju kutub selatan.

Bagaimana Amundsen mempersiapkan dirinya dengan baik?

* Amundsen mempersiapkan bekal makanan dan peralatan dengan berat total mencapai 3 ton untuk 5 orang. Sedangkan Scott hanya membawa beban 1 ton untuk yang dipersiapkan untuk 17 orang tim nya. Bila Scott hanya membawa 1 buat thermometer suhu sebanyak 1 buah, dan kenyataan thermometer tersebut pecah saat petualangan. Tenyata Amundsen bahkan membawa 4 termometer.

* Ia tahu akan butuh penanda arah jalan pulang. Makai ia menaruh tanda jejak setiap seperempat mil dengan kayu bekas pengepak. Dan di setiap 8 mil ia menaruh tongkat berbendara. Scott tidak melakukan ini, yang membuatnya mudah tersesat. Tantangannya tentu saja sampai ke kutub selatan, tapi pertualangan baru bisa dikatakan selesai bila bisa kembali dalam keadaan hidup. Dan Amundsen mempersiapkan hal ini dengan baik

* Pelajaran yang didapatkan ketika belajar dari orang eskimo adalah mereka berjalan lambat namun mantab. Inilah yang membuat skema perjalanan Amundsen di set rata setiap hari walaupun badai atau cerah. Mereka ttidak pernah memaksakan diri berjalan jauh walaupun cuaca sedang cerah, berkebalikan dengan apa yang dilakukan Scott. Amundsen juga lebih memilih membawa anjing bukan kuda/keledai. Yang kenyataannya anjing jauh lebih kuat dingin dibangdikan dengan kuda. Scott akhirnya terpakasa menyeret beban bawaannya sendiri sepanjang perjalanan ketika kuda-kuda pengangkytnya mati kedinginan. Hal ini tentu saja menguras tenaga.

* Bahkan saking belajarnya dari orang eskimo menghadapi situasi darurat, Amundsen juga belajar berburu dan makan ikan paus mentah. Ia berjaga2 bila kehabisan bahan makanan

Dan akhirnya hasil membuktikan bahawa Amundsen berhasil sampai di kutub selatan sekitar 1 bulan lebih cepat dari Scott.
Amundsen berhasil kembali dengan selamat beserta semua timnya, sedangkan Scott yang sampai dikutub selatan dalam keadaan lelah, dia melihat bendera Amundsen sudah tertancap disana.
Dengan kekecewaan ia kembali namun tidak berhasil sampai.
Tubuhnya di temukan 6 bulan kemudian oleh tim penyelamat.

——————————

Lalu apa yang bisa dipelajari dari cerita cerita diatas.
Ya tentunya kita harus terus berlatih dan mempersiapkan diri
Bicara dalam kontek bisnis
Terus kalau dalam bisnis gimana yang namanya persiapan?
Dalam bisnis kapan kita latihannya?
Dalam bisnis kapan ada pertandingannya?

Justru lebih ngeri lagi didalam bisnis
Kadang bisa jadi kita ga tau kapan jadwal pertandingannya
Ibarat kata petualangan Amundsen, kita gak tau kapan badai itu datang

Bisa jadi ketika tau2 kompetitor ngeluarin produk baru
Bisa jadi ketika kompetitor merekrut tim yang luar biasa hebat
Bisa jadi ketika terjadi disrupsi di bisnis kita sehingga bisnis kita gak lagi relevan sama market
Atau bisa jadi ketika ada regulasi pemerintah yang tau2 menghambat bisnis kita

Pertandingan final itu bisa jadi ketika ada sebuah kejadian yang menentukan hidup matinya bisnis kita

Berarti kapan latihannya?
Ya setiap hari……
Dengan cara melakukan yang terbaik dalam segala hal di bisnis kita
“The best preparation for tomorrow is doing the best today and everyday”

Berdasarkan pengalaman dan literatur yang saya baca, ini ada beberapa point yang harus dilatih dan disiapkan.
Kalau mau nambahin pointnya, komen aja ya dibawah

* Dalam situs pschycology today dikatakan bahwa persiapan yang harus dilakukan meliputi semua pondasi bisnis, yaitu : 1. Informasi esensial (target, market, competitor dan tim sendiri), 2. Pengetahuan dan ketrampilan (R&D, sales, finansial, manajemen proses), 3. SDM dan peralatan (tim ahli, teknologi digital, system informasi data), 4. Kemampuan mental (determinasi, kepercayaan diri, mindset dan daya tahan). 5. Kemampuan interpersonal (kepemimpininan, komunikasi, pengambilankeputusan) dan yang terakhir 6. Kemampuan fisik (sehat bugar). Perbaiki semua proses yang ada didalamnya, perbaiki terus menerus.

* Periapan dan latihan mentalitas dan mindset kita. Mentalitas dan mindset ini hal sederhana namun amat sangat penting. Kalau emang mau jadi orang besar yang mindset-nya juag harus besar. Bahkan katanya kesuksesan adalah 80% kemampuan psikologi dan 20% kemampuan teknikal.

* Juga menurut phsycology today, bahwa Kesuksesan itu datang dari persiapan harian, mingguan bahkan tahunan. Banyak orang mengatakan bahwa yang terpenting adalah hari final ketika kita bertanding/berlomba dalam bisnis, tapi kenyataannya bahawa apa yang kita lakukan selama harian, mingguan dan tahuhnan adalah kunci segalanya. Jika kita menaruh usaha yang luar biasa selama persiapan harian ini, terutama dalam area yang harus dikembangkan seperti disebutkan diatas, maka kita akan bisa perform dengan sangat baik ketika hari penting tersebut

* Jadilah seperti Amundsen, yang bersiap diri sebaik mungkin. Jadilah paranoid produktif seperti yang diceritakan Jim Collins. Para pemimpin perusahaan hebat memiliki sifat paranoid produktif, mereka tidak pernah puas dengan kondisi yang telah dicapai, kondisi saat ini. Kita juga harus melatih diri dan mempersiapkan diri untuk menghadapi perubahan, kemungkinan, kekejaman dan ketidakadilan dari situasi yang mungkin saja berubah. Sekali lagi kita gak akan pernah tau kapan badai menerjang bisnis kita. Kita harus selalu mempertanyakan kepada diri kita sendiri “bagaimana jika…..?” Maka kita harus mempersiapakan diri untuk menjawab pertanyaan tersebut.
Terus pertanyakan diri “BAGAIMANA JIKA….?”

——————————

Jadilah seperti tim meksiko
Yg mempersiapkan diri untuk menghadapi jerman

Jadilah seperti Amundsen
Yg mempersiapkan diri sebaik mungkin sebelum badai datang

Karena persiapan terbaik untuK HARI ESOK adalah dengan melakukan yg terbaik HARI INI

😊 semoga memberi manfaat 😊
Menulis sebagai pengingat diri sendiri

.

PS : kamu jadi mau bersiap diri setelah baca tulisan ini? Sambil bersiap jangan lupa share ya biar meluas manfaatnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *