JANGAN TERTIPU PENAMPILAN

Ada sebuah cerita dan tentunya cerita pada suatu hari……

Ada seorang wanita dengan gaun yg warnanya sudah mulai memudar. Ia bersama suaminya, yang juga berpakaian sederhana bahkan terlihat usang. Udik bangetlah pokoknya

Mereka datang menaiki kereta menuju ke ke Universitas Harvard. Salah satu universitas terbaik didunia. Mereka langsung mendatangi kantor rektornya dan bertemu dengan sekretaris sang rektor.

Sang wanita berkata “kami ingin bertemu bapak pimpinan Harvard”. Melihat tampilan udik, usang dan kampungan suami istri ini, sang sekretaris menjawab dengan malas dan sinis “Bapak Rektor sedang sibuk. Hari ini tidak bisa diganggu”

Sang sekretaris menjawab hal itu dengan harapan pasangan ini pergi karena bosan menunggu.

Namun sang istri malah menjawab “baiklah kami akan menunggu sebentar”
Sang sekretaris membiarkan mereka menunggu. Namun setelah berjam jam berlalu pasangan ini tidak juga pergi. Hal ini akhirnya membuat sang sekretaris menemui sang rektor dan mengatakan ada tamu, dan tentu saja dengan informasi bahwa ini adalah pasangan kampungan.

Sang rektor akhirnya keluar menemui mereka. Dan tentu saja dengan wajah malas dan sangat tidak menyenangkan.

Sang istri langsung berkata “maaf menggangu kesibukan tuan. Kami memiliki seorang anak yang kuliah ditahun pertama di Harvard. Saya tau dia sangat menyukai Harvard dan sangat bahagia kuliah disini. Tetapi setahun lalu ia meninggal karena kecelakaan. Kami ingin mendirikannya monumen untuk mengenangnya disini”

Sang rektor terkejut, dan menjawab dengan cepat “nyonya, kami tidak bisa mendirikan patung untuk setiap orang yang masuk Harvard dan meninggal. Kampus ini bisa menjadi kuburan bila kami melakukan itu”. Jawab sang rektor dengan ketus

“Ouh bukan, kami bukan ingin membuat patung. Kami ingin menyumbang sebuah gedung untuk Harvard. Untuk mengenang anak kami” jawab sang istri menjelaskan

Sang rektor kembali terkejut, namun malah menjawab dengan sinis “Sebuah gedung? Nyonya tahukah anda biaya mendirikan sebuah gedung? Kami saja sudah menginvestasikan 7.5 juta dollar untuk mendirikan kampus ini”

Untuk beberapa saat wanita itu terdiam. Diamnya pasangan itu membuat sang rektor puas, kepuasan terlihat diwajahnya. Seakan membuat semuanya selesai dan sang pasangan kampungan itu pergi.

Sang istri kemudian berkata pelan kepada suaminya “Kalau hanya segitu saja biayanya, kenapa kita tidak membuat universitas sendiri saja?”

Suaminya menganguk, sang rektor tampak kecut dan makin terkejut

Tahukah anda siapa suami istri tersebut?

Mereka adalah Mr dan Mrs Leland Stanford. Dan itulah sejarah berdirinya Universitas Stanford, yang sekarang juga merupakan universitas favorit di Amerika. Universitas yang meluluskan Elon Musk, Tiger Wood, Sergey Brin, Sundar Pichai

Cerita diatas tentang “orang kampung” yang banyak uangnya……

Ada juga cerita kebalikannya

Namanya Frank Abagnale Jr seorang pemalsu cek kelas kakap. Saking ahlinya sampai dibuatkan film yang dibintangi Leonardo di Caprio, Catch Me If You Can

Frank, seorang pria kelahiran Amerika Serikat ini terkenal akan kelihaiannya memalsukan cek. Ia memulai aksinya saat masih berumur 16 tahun. Ia bahkan memiliki kekayaan sebesar 2,5 juta dolar dari hasil memalsukan cek di 26 negara. Dalam memalsukan aksinya, ia memiliki banyak identitas seperti pilot, dokter, agen biro perjalanan, pengacara. Semua pokoknya profesi yang keren dan dengan pakaian yang rapi klimis abis. Saat ini Frank berprofesi sebagai konsultan keamanan keuangan.

Apakah inti dari semua ceritanya?

Jangan tertipu penampilan. Orang kampungan penampilannya belum tentu ga punya uang. Dan sebaliknya orang klimis dan necis belum tentu ga punya utang dan banyak uang

Sebuah pelajaran lain yang saya dapatkan selama 4 hari disini. Ketika ngobrol dengan banyak orang. Rada kaget juga dapet beberapa cerita behind the stage.

Ternyata…….

Belum tentulah orang-orang yang sudah bolak balik naik panggung berarti sudah aman secara finansial. Bahkan yang bolak balik keluar masuk radio, belum tentu dirinya sendiri telah selesai dengan problem finansial.

Banyak juga dari mereka yang tidak WALK THE TALK. Ngomonganya aja canggih, tapi ga dijalanin sendiri di bisnis dan kehidupan pribadi.

Jangan mudah mendewakan orang hanya karena omongan dan penampilan, apalagi cuma karena screenshot penghasilannya di sosmed 😀

Jangan juga mudah menilai orang ga ada uangnya hanya karena dia diam dan berpenampilan seadanya. Bisa jadi penghasilan abis karena amalnya

Walaupun sejarah telah mencatat begitu banyak kejadian seperti Mr dan Mrs Standford. Dan juga cerita tentang Frank Abegnale, namun anehnya hal ini selalu berulang

Reminder juga supaya melihat orang bukan karena sebuah gaya, kata di sosial media atau malah apa yg dibawa. Harusnya banyak banyak main sama orang bertakwa. Lah wong pada akhirnya derajat orang ditentukan oleh ketakwaan padaNya

🙏🙏🙏 mohon ampun

Salam

Silahkan di share jika dirasa bermanfaat