BISNIS KAMU MEMBERDAYAKAN ATAU MEMPERDAYA?

Kamu tau gak, ada sebuah penelitian yang di lakukan oleh Mccrindle Reasearch pada bulan Mei 2013, mereka menemukan hal menarik, tentang apa yang membuat sebuah bisnis bisa maju atau malah mundur dan mati

Mereka meneliti lebih dari 500 responden di Australia dan mempertanyakan hal apa yang memberikan pengaruh paling besar pada kemajuan atau tutupnya binis.

Ternyata 38% menyatakan adalah leadership dan manejemen adalah faktor yang terbesar. Tugas memberikan arahan, memimpin tim dan mengelola gerakan bisnis adalah hal yang terpenting. Dan hal hal terpenting itulah yang akhirnya menentukan sebuah bisnis.

Sedangkan 34% menyatakan bahwa karyawan, terutama yang memiliki sikap dan etika kerja, adalah dampak terbesar selanjutnya. Diiukuti oleh produk dan layanan (17%), pemasok dan klien (7%) dan sistem dan prosedur (5%). inilah adalah hasil risetnya.

img-1514119650.jpg

Kamu nyadar gak seh?
Kalau dijumlahkan, itu kan hasil riset jumlahnya lebih dari 100% ya hehehe, mungkin faktor pembulatan aja broh…….
🤣

——————————————————————-

Riset diatas menunjukan betapa pentingnya kepemimpinan dalam sebuah bisnis. Nah jadi muncul beberapa pertanyaan dari saya pribadi ketika bicara kepemimpinan

  • Kepemimpinan seperti apa seh yang bisa membawa perusahaan menjadi berhasil?
  • Banyak cara dan model kepemimpinan, nah kita harus jadi yang seperti apa?

Jawaban pertanyaan diatas bisa jadi banyak versi.
Tapi dari versi saya sendiri, saya dapatkan dari beberapa buku yang saya baca.

Hal yang menariknya adalah……..
Bahwa sda beberapa hal yang memiliki keterkaitan dan kesamaan dari kesemua buku buku tersebut.
Kesamaan tersebut seperti dikatakan oleh Tom Peters “LEADERS DON’T CREATE FOLLOWERS, THEY CREATE MORE LEADERS”.

Leader yang baik bukan hanya menciptakan para pengikut yang memujanya, namun dia berhasil mengembangkan para pengikutnya menjadi leader seterusnya. Bukan menjadi pemimpin bisnis yang MEMPERDAYA namun MEMBERDAYAKAN
Jadi kalau bisnis anda sukses, berapapun jumlah tim anda – bahkan meskipun hanya seorang, bangunlan tim anda, ajari mereka untuk menjadi pemimpin berikutnya.

Yuk coba lihat satu per satu ya bukunya…….

Buku yang PERTAMA
Dalam bukunya THE 5 LEVEL OF LEADERSHIP dari John C Maxwell
Ada 5 level dari sebuah kepemimpinan

  • Level 1 : jabatan
  • Level 2 : perkenaan (hubungan)
  • Level 3 : produktivitas
  • Level 4 : mengembangkan orang lain
  • Level 5 : puncak (respek)

Level 1 orang diikuti sebagai pemimpin ya karena jabatannya. Level 2 orang diikutin karena memang dia mau mengikuti dan mendekati sang peminpin. Level 3 orang diiukuti sebagai pemimpin karena pencapaian2 hebatnya. Dia terus menerus berhasil mencapai target. Jadi karena kemampuannya dia diikuti sebagai pemimpin

Sedangkan level ke 4 semakin sulit untuk dicapai. Selain terus melakukan 3 level sebelumnya, pada level ini para pemimpin di level ini juga mengembangkan tim-nya. Membuat tim nya menjadi lebih hebat dibawah bimbingannya.

Sedangkan level ke 5 orang dikuti dan diakui sebagai penimpin dikarenakan respek. Biasanya sampai dilevel ini setelah melakukan banyak hal di level 4. Dan mereka membantu tim-nya untuk bisa menjadi pemimpin level 4. Bahasa sederhananya adalah pemimpin yang bisa bereproduksi.

Jelas di buku ini, bahwa pemimpin tertinggi mendapatkan respek karena mereka mengembangkan tim-nya sampai ke level 4. Artinya para pemimpin ini mengembang orang sampai orang tersebut bisa mengembangkan orang lain lagi. Bila kita sebagai pemimpin bisnis bisa mencapai level ini, bisa dibayangkan betapa kuatnya pondasi organisasi bisnis kita

Setelah itu ada buku KEDUA
Dalam buku Jim Collins GOOD TO GREAT

Bahwa perusahaan yang bisa berubah dari “baik dan menjadi hebat” ketika mereka memiliki pemimpin level 5

Dalam bukunya dijelaskan, bahwa
tingkat 1 : individu dengan kemampuan tinggi
tingkat 2 : anggota tim yang memberi kontribusi
tingkat 3 : manajer yang kompeten
tingkat 4 : pemimpin yang efektif
tingkat 5 : eksekutif tingikat 5

Apa itu pemimpin level 5 ?
Yaitu pemimpin yang memiliki gabungan kerendahan hati dan kemauan profesional. Pemimpin tipe ini bersifat sederhana namun ambisius terhadap pencapaian perusahaan. Ciri lainnya dari pemimpin di level ini adalah dia selalu memastikan bahwa pengganti dirinya suatu hari nanti harus lebih sukses dari dirinya.

Pemimpin di level ini bahwa berharap bisa berkata “saya ingin memandang perusahaan hebatkelas dunia dari serambi rumah saya dan berkata : ‘dulu saya bekerja disana’ ”
Keren gak pemimpin model begini? Ya pasti keren mbanget lah.

Pemimpin yang memiliki sifat seperti ini, pasti akan berusaha mengembangkan tim nya untuk menjadi lebih baik dalam sikap personal maupun profesional.

Buku KETIGA dari kek jamil azzaini, A TRIBUTE, EMPOWERING LEADERSHIP

Dalam buku ini dijabarkan bagaimana menjadi pemimpin hebat, namun bukan hanya pemimpin yang hebat dalam memberi perintah. Bila seorang menginginkan keberhasilan dalam tim bisnisnya, ia harus bisa memberdayakan tim-nya.

Pemimpin hebat adalah pemimpin yang memiliki jiwa persembahan, memberikan dan menyiapkan panggung untuk tim nya agar bisa naik pentas dan menjadi hebat juga seperti dirinya. Pemimpin ini selalu berhasil menciptakan bintang.
Dia membantu tim nya untuk bisa menemukan, menyelaraskan dan mengembangkan antara value, kompetensi dan passion. Jadilah pemimpin yang melahirkan pemimpin. Pemimpin yang benar-benar memimpin.

————————————————————————

Jadi ketiga buku ini mengatakan bahwa pemimpin hebat adalah ketika bisa melahirkan pemimpin berikutnya
Mereka mengajarkan dan mengembangkan tim nya
Dengan begitu, tim bisnis kita bisa menjadi kuat

Tapi yakim deh, tetep ada alasan untuk gak melakukan itu
Misal……
“Yah nanti kalau udah diajarin, di training, giliraan dah pinter malah keluar..!”

Ya kalau masih mikir begitu dan masih ga percaya juga sama hasil riset dan buku buku tersebut
Ya sudahlah…….
Kita balik aja ke hal dasar dan sederhana aja deh
kalau kamu muslim kamu bisa dapat jawabannya dari sini………….

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim)

Bukankah sesuatu yang dahsyat?
Bila kita mengajarkan sesuatu yang bermanfaat kepada orang lain, kepada tim kita.
Akan menjadi sebuat amalan yang tidak terputus pahalanya.

Kalau dah begitu, masih ga mau juga?
Gak mungkin kan. hehehe……

Harusnya semua itu bisa jadi pegangan kita
Untuk terus berusaha menjadi pemimpin yang baik, pemimpin yang MEMBERDAYAKAN, bukan MEMPERDAYA

Yakinlah bahwa bisnis kita akan maju, bila kita membangun bisnis kita dengan cara membangun manusia yang ada didalamnya.

Salam

Silahkan di share jika dirasa memberi manfaat kepada orang banyak…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *