BELAJAR DARI KEDINGINAN DI SUHU 5C

Berasa banget dapet pelajaran dari pengalaman ketika turun dari bus di Zurich, Swiss.

Saat turun, hujan gerimis romantis gitu deh.
Rintik rintik kecil yang kadar air hujannya cuma 10% dan 90% kenangan.
Suhu disini cukup mencekam buat saya, 10C.
Buat saya yang berbadan tipis begini, suhu segitu aja dan bikin tangan saya berasa kebas.

Nah sekarang dah belajar dari kejadian sebelumnya.
Ketika jalan dari Muechen menuju Zurich dah dapat info bahwa suhu akan drop disana.
Jadi di tas dah disiapin sweater, topi dan sarung tangan.
Ketika turun dari bus, dah siap buka koper dan disiapin, kaos kaki tambahan, jaket tebal dan syal barcelona kesayangan di bagian atas.
Jadi gampang ngambilnya.
Situasi terkendali, asyik buat selfie selfie

Dulu waktu pertama kali ngerasain dingin di jepang berasa langsung drop dan berasa mau mati disitu.
Ternyata suhu saat itu sampai 5C.
Saat itu dipinggir jalan, sambil menggigil, menunggu istri saya yang mengaduk2 isi koper mencari jaket tambahan.
Kebetulan ditaruh bagian bawah.
Jadi panic attack

Disinilah dapat pelajaran arti sebuah persiapan dan mengambil hikmah dari pengalaman
Dua kejadian kedinginan yang hampir sama memberikan hasil yang berbeda.
Pelajaran dari situasi ini adalah bagaimana dulu bisa sampai kedinginan, pengenalan diri dan tentang arti pentingnya mempersiapkan diri

Kalau mau dianalogikan
Begitu juga dalam kehidupan bisnis atau kehidupan lingkungan kerja.
Setiap pebisnis atau orang yg bekerja pasti pernah ngalamin salah atau gagal.

Satu hal yang ga boleh kelewat adalah pelajaran apa yang bisa diambil dari kegagalan tersebut.
Jangan sampai rugi dua kali lah.
Udah gagal, ga dapat manfaat pula dari kegagalan.
Makanya dari sini muncul sebuah kalimat dr guru saya,

“Tidak ada kata gagal, yang ada hanya sukses atau belajar”

Trus apa yang harus kita lakukan ya?

SELALU PELAJARI APA YANG SALAH KETIKA KITA GAGAL
Berpikirlah lebih ketika terjadinya kegagalan. Paksakan dirikita untuk bisa mencari jawabannya
Pertanyakan kepada diri kita sendiri beberapa pertanyaan ini

– Kenapa ya kita bisa gagal?
– Apa yang harus dilakukan seharusnya supaya kita berhasil?
– Manfaat dan pelajaran apa yang bisa diambil?
– Apa yang harus dirubah dimasa depan supaya tidak terulang?

Yakinlah bahwa kegagalan adalah kesempatan untuk belajar.
Henry Ford pernah mengatakan, bahwa kegagalan hanyalah kesempatan untuk memulai lagi, kali ini lebih cerdas.
Tentu saja pernyataan ini akan juga akan diamini oleh Thomas Alva Edison, sang penemu bola lampu. Seperti yang Edison lakukan dengan “sepuluh ribu” upaya kesalahannya. Dia meyakini bahwa SETIAP KEGAGALAN ADALAH GERAKAN KEARAH YANG BENAR.

SELALU SADAR APA KELEMAHAN DAN KELEBIHAN KITA
Dulu saat kedinginan awal saya ga terlalu tahu bahwa saya sebegitu ga kuatnya sama dingin
Saya tidak mengenali diri saya sendiri. Inilah salah satu kesalahannya
Walaupun kita harus fokus sama kekuatan yang kita miliki. Mengetahui dan mengatasi kelemahan juga bukan hal yang boleh dilupakan.
Dalam bekerja saya kuat dalam hal networking, saya terus pertajam dengan banyak bertemu orang. Namun dulu saat jadi sales, saya lemah dalam hal teknis. Oleh karena itu saya belajar siang malam tentang pengetahuan produk. Belajar dari buku, brosur sampai jurnal jurnal ilmiah #pencitraan
Dan hasilnya……
Tetep aja kagak ngerti. Heheheh

Akhirnya untuk menutupi kelemahan ini, ya terpaksalah minta tolong temen aja untuk bantu presentasi.
Segala hal saya lakukan supaya tim yang lain mau bantu
Dari bujukan, rayuan pulau kelapa, rengekan, paksaan sampai kalau perlu pakai ancaman. hehehe
Walau ga segitu nya seh

Bayangin aja, dulu pertama kali presentasi produk aja baru bisa sendiri setelah tahun ketiga kerja.
Itu juga terpaksa gara-gara para tim supportnya dah pada ngider semua ke tempat lain.
Intinya pecahkan masalah kita,
TUTUPI KELEMAHAN KITA DENGAN CARA APAPUN

SELALU LAKUKAN PERSIAPAN
Dalam dunia sales atau pekerjaan apapun
Saya selalu percaya keberuntungan
Saya bisa jualan juga karena faktor keberuntungan
Namun saya percaya formula keberuntungan disini adalah pertemuan antara kesempatan dan kesiapan
Kadang kesempatan datang tapi bila kita tidak mempersiapkan diri, maka kesempatan itu bisa hilang begitu saja

“persiapan adalah setengah dari kesuksesan”

persiapkanlah diri kita untuk segala hal
Sebelum melakukan suatu kegiatan maka persiapkan segalanya lebih detail

Sebagai ilustrasi bahwa seorang trainer terkenal terkenal sekelas Kek Jamil Azzaini,
Seorang guru besar bagaimana bisa berbicara yang bisa memberikan pengaruh.
Saya pernah ikut kelasnya Speak To Change, beliau mengatakan bahwa beliau yang sudah memberikan training mungkin ratusan atau ribuan kali, sebelum tampil dipanggung beliau tetap bersiap dan berlatih terlebih dahulu.

Jadi kalau kita yang masih kadar cupu gini, misal untuk presentasi produk, atau pada saat meeting dengan costumer tapi persiapannya ngasal dan seadanya aja
maka kegagalan bukanlah hal yang aneh.
Jangan biasakan diri kita menjadi orang yang apa adanya, dan itu dimulai dari persiapan.

“if you fail to plan, then you plan to fail”
Begitu kalimat bijaknya dari negeri seberang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *