MANTAN YANG BELUM MOVE ON

Mantan Yang Belum Move On

Bro gw galau neh, mau curhat sama elo…..
Diawal tahun kemarin sempet dapet pesen dari temen kantor. Ternyata ada mantan yang masih belum move on.
Nah loh..
Kaget juga sudah setelah sekian lama, kirain kami sudah sama2 melupakan luka masa lalu. Ternyata salah bro, dia masih menyimpam dendam membara dan sesak di dada akibat hubungan kami yang kandas di tengah jalan, karena tiada restu dari Yang Maha Kuasa.
Luka itu ternyata menggores terlalu dalam bro…..

Malam itu dapet screenshot, sepotong tulisnya seperti ini “apa kabar perusahaan? hahaha, pasti ada saatnya yang zolim akan musnah” Hehehe tenang bro, ini bukan bercerita tentang romansa anak SMA koq. Ini cuma cerita tentang seorang partner bisnis yang belum berdamai dengan dirinya sendiri disaat terjadinya pecah kongsi.

Gw dan tim di kantor sebenernya kaget dapet sms kaya gini. Gimana gak kaget, kami yang dah lewat 2 tahun, sibuk dengan diri sendiri membangun usaha, ternyata dia masih sibuk mikirin kami. Masih sempet sms orang di awal tahun hanya untuk mengirimkan sumpah serapah. Kami seh ketawa ketawa aja. How pity you are…..

You have to move on…!
Mau sampai kapan sibuk mikirin orang
Kenapa gak sibuk memperbaiki diri sendiri, keluarga sendiri dan bisnis sendiri aja

Lagian logikanya begini neh bro.
Kalau semisal ada artis wanita neh. Abis nikah sama suami 1, trus cerai. Nikah sama suami 2 trus cerai lagi, dst.
Trus dia ngoceh2 di infotainment tentang suami 1 yang begini, trus suami 2 yang begitu, dst….
Kalau situasinya seperti itu, ibu ibu komplek gw juga pasti bertanya tanya, jangan2 bukan suaminya yang brengsek, tapi si istrinya yang ngaco. Tapi kalau Farhat Abbas sama Regina, please deh jangan dijadiin acuan, karena gw ampe sekarang belum bisa menelaah keberadaan mereka di dunia nyata.

Begitu juga bisnis bro
Kalau jalan sama kita neh, trus pecah kongsi dan dia nyalahin kita. Trus dia bisnis lagi sama partner baru, kembali pecah kongsi dan beberapa versi lain yang kita temuin di lapangan. #kalau ada kesamaan nama, mohon maaf, itu pura pura aja tidak disengaja#
Sebenernya yang zolim itu kita atau siapa neh?
Baiknya kan ya jangan kebanyakan nyalahin orang lain atas apa yang terjadi sama hidup kita kan ya bro.
Karena kan ketika kita berkomitmen bersama, kesalahan yang dia buat pasti ada andil kesalahan dari kita dan vice versa.

Begitu juga dengan mantan karyawan.
Misalkan elo bro, kerja di perusahaan A terus gak cocok, pindah ke perusahaan B kembali gak beres, lanjut pindah ke perusahaan C sampai Z. Kalau masih gak cocok juga, lo mau kerja di perusaahaan abjad yang mana lagi?
Jangan2 bukan perusahaannya yang salah, tapi otak elo yang kurang seliter. Mana ada seh perusahaan yang bakal 100% sesuai keinginan hati elo.
Dan kalau dah punya status mantan karyawan setelah resign dari suatu perusahaan. Ga perlu lah terus terusan ngomong jelek ttg perusahaan elo ke semua orang di setiap waktu. Kasarnya dulu lo tuh pernah makan dari perusahaan itu. Baik atau buruknya itu perusaahaan, minimal tuh perusahaan dah pernah ngasih makan elo dan keluarga lah

Inget ini deh bro, sehebat hebatnya elo sekarang dalam berbisnis atau kerja di tempat baru. Suka ga suka pasti ada andil dari perusahaan atau partner bisnis sebelumnya. Karena selalu ada pelajaran yang bisa diambil dr perusahaan atau partner bisnis sebelumnya. Kalau lo punya pengalaman gagal, pasti kan loe belajar dong supaya gak kejadian lagi dengan perusahaan yang baru atau partner bisnis yang baru.
So… please lah, kalau emang dah pecah dalam berbisnis, mungkin emang cuma gaya kerja aja yang ga cocok. Tetep jadi teman atau saudara aja. Begitu juga dengan mantan karyawan. Please stop talking bullshit about your previous company.

Udahan ah curhatnya,

Salim sembah untuk semua guruku di perusahaan sebelumnya. All of you are my heroes……

Silahkan komen agar kita bisa berinteraksi dan share jika dirasa bermanfaat untuk orang lain

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *