BENARKAH PERSIAPAN YANG BAIK ADALAH AWAL DARI KEMENANGAN?

Kamu nonton pertandingan2 sepakbola piala dunia di Russia gak?
Yang menarik dari pertandingan2 awal ini adalah banyaknya kejutan dimana tim unggulan ternyata kesulitan meraih kemenangan.

Kaya semalam Argentina dibenamkan Kroasia 0-3.
Eh ini termasuk kejutan gak seh? hahaha

Tapi pastinya
Yang paling fenomenal tentunya ketika Meksiko berhasil mengalahkan Jerman
Jerman yang sebelumnya begitu perkasa, merupakan juara dunia bertahan dan juga juara piala konfederasi
Tentu saja di jagokan ketika bertemu meksiko di pertandingan pembuka piala dunia 2018

Namun nyatanya….
Setelah selasai 90 menit, meksiko berhasil mengalahkan jerman 1-0
Kenyataannya bahwa kemenangan Meksiko bukanlah merupakan hasil instan.
Mereka mempersiapkan diri untuk pertandingan ini berbulan bulan

Ketika saya baca2 berita, ada hal menarik
Terungkap saat wawancara dengan pelatih Meksiko

Dia mengatakan
“Kami mulai menyusun rencana enam bulan yang lalu. Kami harus mengubah beberapa bagian karena ada cedera, tapi pada dasarnya memanfaatkan pemain-pemain yang sangat cepat di sisi sayap,”
Jelas pelatihnya saat diwawancara oleh Reuter

Menarik……

Hanya untuk pertandingan selama 90 menit
Mereka mempersiapkan diri berbulan bulan lamanya

Ada idiom yang mengatakan bahwa “PERSIAPAN YANG BAIK ADALAH SETENGAH DARI KEMENANGAN”

——————————

Cara Meksiko mempersiapkan diri, senada dengan apa yang ada dalam buku GREAT BY CHOICE karya dari Jim Collins
Menceritakan bagaimana pentingnya sebuah persiapan

Disana diceritakan kisah tentang Roald Amundsen yang mejelajah ke kutub selatan
Dia berlomba dengan pelaut bernama Robert Falcon Scott
Roald Amundsen benar benar mempersiapkan diri untuk pergi ke kutub selatan
Jauh lebih baik dari persiapan yang dilakukan oleh Robert Falcon Scott.

Bahkan JAUH…… JAUH…… LEBIH BAIK

Sebagai bagian dari persiapan bahkan Amundsen rela hidup terlebh dahulu dengan para penduduk eskimo yang memang terbiasa hidup di suhu dingin yang ekstrem. Ia mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapi situasi terburuk. Ia melatih dirinya sendiri sebelum badai kesulitan menghampirinya ditengah petualangannya menuju kutub selatan.

Bagaimana Amundsen mempersiapkan dirinya dengan baik?

* Amundsen mempersiapkan bekal makanan dan peralatan dengan berat total mencapai 3 ton untuk 5 orang. Sedangkan Scott hanya membawa beban 1 ton untuk yang dipersiapkan untuk 17 orang tim nya. Bila Scott hanya membawa 1 buat thermometer suhu sebanyak 1 buah, dan kenyataan thermometer tersebut pecah saat petualangan. Tenyata Amundsen bahkan membawa 4 termometer.

* Ia tahu akan butuh penanda arah jalan pulang. Makai ia menaruh tanda jejak setiap seperempat mil dengan kayu bekas pengepak. Dan di setiap 8 mil ia menaruh tongkat berbendara. Scott tidak melakukan ini, yang membuatnya mudah tersesat. Tantangannya tentu saja sampai ke kutub selatan, tapi pertualangan baru bisa dikatakan selesai bila bisa kembali dalam keadaan hidup. Dan Amundsen mempersiapkan hal ini dengan baik

* Pelajaran yang didapatkan ketika belajar dari orang eskimo adalah mereka berjalan lambat namun mantab. Inilah yang membuat skema perjalanan Amundsen di set rata setiap hari walaupun badai atau cerah. Mereka ttidak pernah memaksakan diri berjalan jauh walaupun cuaca sedang cerah, berkebalikan dengan apa yang dilakukan Scott. Amundsen juga lebih memilih membawa anjing bukan kuda/keledai. Yang kenyataannya anjing jauh lebih kuat dingin dibangdikan dengan kuda. Scott akhirnya terpakasa menyeret beban bawaannya sendiri sepanjang perjalanan ketika kuda-kuda pengangkytnya mati kedinginan. Hal ini tentu saja menguras tenaga.

* Bahkan saking belajarnya dari orang eskimo menghadapi situasi darurat, Amundsen juga belajar berburu dan makan ikan paus mentah. Ia berjaga2 bila kehabisan bahan makanan

Dan akhirnya hasil membuktikan bahawa Amundsen berhasil sampai di kutub selatan sekitar 1 bulan lebih cepat dari Scott.
Amundsen berhasil kembali dengan selamat beserta semua timnya, sedangkan Scott yang sampai dikutub selatan dalam keadaan lelah, dia melihat bendera Amundsen sudah tertancap disana.
Dengan kekecewaan ia kembali namun tidak berhasil sampai.
Tubuhnya di temukan 6 bulan kemudian oleh tim penyelamat.

——————————

Lalu apa yang bisa dipelajari dari cerita cerita diatas.
Ya tentunya kita harus terus berlatih dan mempersiapkan diri
Bicara dalam kontek bisnis
Terus kalau dalam bisnis gimana yang namanya persiapan?
Dalam bisnis kapan kita latihannya?
Dalam bisnis kapan ada pertandingannya?

Justru lebih ngeri lagi didalam bisnis
Kadang bisa jadi kita ga tau kapan jadwal pertandingannya
Ibarat kata petualangan Amundsen, kita gak tau kapan badai itu datang

Bisa jadi ketika tau2 kompetitor ngeluarin produk baru
Bisa jadi ketika kompetitor merekrut tim yang luar biasa hebat
Bisa jadi ketika terjadi disrupsi di bisnis kita sehingga bisnis kita gak lagi relevan sama market
Atau bisa jadi ketika ada regulasi pemerintah yang tau2 menghambat bisnis kita

Pertandingan final itu bisa jadi ketika ada sebuah kejadian yang menentukan hidup matinya bisnis kita

Berarti kapan latihannya?
Ya setiap hari……
Dengan cara melakukan yang terbaik dalam segala hal di bisnis kita
“The best preparation for tomorrow is doing the best today and everyday”

Berdasarkan pengalaman dan literatur yang saya baca, ini ada beberapa point yang harus dilatih dan disiapkan.
Kalau mau nambahin pointnya, komen aja ya dibawah

* Dalam situs pschycology today dikatakan bahwa persiapan yang harus dilakukan meliputi semua pondasi bisnis, yaitu : 1. Informasi esensial (target, market, competitor dan tim sendiri), 2. Pengetahuan dan ketrampilan (R&D, sales, finansial, manajemen proses), 3. SDM dan peralatan (tim ahli, teknologi digital, system informasi data), 4. Kemampuan mental (determinasi, kepercayaan diri, mindset dan daya tahan). 5. Kemampuan interpersonal (kepemimpininan, komunikasi, pengambilankeputusan) dan yang terakhir 6. Kemampuan fisik (sehat bugar). Perbaiki semua proses yang ada didalamnya, perbaiki terus menerus.

* Periapan dan latihan mentalitas dan mindset kita. Mentalitas dan mindset ini hal sederhana namun amat sangat penting. Kalau emang mau jadi orang besar yang mindset-nya juag harus besar. Bahkan katanya kesuksesan adalah 80% kemampuan psikologi dan 20% kemampuan teknikal.

* Juga menurut phsycology today, bahwa Kesuksesan itu datang dari persiapan harian, mingguan bahkan tahunan. Banyak orang mengatakan bahwa yang terpenting adalah hari final ketika kita bertanding/berlomba dalam bisnis, tapi kenyataannya bahawa apa yang kita lakukan selama harian, mingguan dan tahuhnan adalah kunci segalanya. Jika kita menaruh usaha yang luar biasa selama persiapan harian ini, terutama dalam area yang harus dikembangkan seperti disebutkan diatas, maka kita akan bisa perform dengan sangat baik ketika hari penting tersebut

* Jadilah seperti Amundsen, yang bersiap diri sebaik mungkin. Jadilah paranoid produktif seperti yang diceritakan Jim Collins. Para pemimpin perusahaan hebat memiliki sifat paranoid produktif, mereka tidak pernah puas dengan kondisi yang telah dicapai, kondisi saat ini. Kita juga harus melatih diri dan mempersiapkan diri untuk menghadapi perubahan, kemungkinan, kekejaman dan ketidakadilan dari situasi yang mungkin saja berubah. Sekali lagi kita gak akan pernah tau kapan badai menerjang bisnis kita. Kita harus selalu mempertanyakan kepada diri kita sendiri “bagaimana jika…..?” Maka kita harus mempersiapakan diri untuk menjawab pertanyaan tersebut.
Terus pertanyakan diri “BAGAIMANA JIKA….?”

——————————

Jadilah seperti tim meksiko
Yg mempersiapkan diri untuk menghadapi jerman

Jadilah seperti Amundsen
Yg mempersiapkan diri sebaik mungkin sebelum badai datang

Karena persiapan terbaik untuK HARI ESOK adalah dengan melakukan yg terbaik HARI INI

😊 semoga memberi manfaat 😊
Menulis sebagai pengingat diri sendiri

.

PS : kamu jadi mau bersiap diri setelah baca tulisan ini? Sambil bersiap jangan lupa share ya biar meluas manfaatnya

KISAH BAGAIMANA SEORANG OB MENJADI SEORANG BO – BUSINESS OWNER

Pernah baca buku Angela Duckworth yang berjudul GRIT?

di buku tersebut menyatakan bahwa ketabahan jauh lebih penting dari bakat

Banyak orang2 di dunia yang memiliki kemampuan atau bakat ternyata ga jadi apa2 di kemudian hari

Ya karena perjalan menuju kesuksesan itu bukan sebuah trek lurus, tapi jalanan berlika liku yang banyak halangan bahkan rintangan tak terduga.

Dalam buku ini menunjukan sebuah rahasia bahwa pencapaian luar biasa bukanlah karena bakat, namun kombinasi luar biasa dari hasrat (passion) dan kegigihan (perseverance) dan hal ini disebut GRIT atau ketabahan

Menurut saya, ada sebuah kisah perjalanan hidup dari sahabat saya, bisa dikatakan merupakan rangkuman dari buku GRIT yang setebal 400 halaman…..
bikin males baca kan ya jumlah halamannya hahaha

Baca ya pelan2 dan resapi…..
.
.

Namanya IWAN SUSANTO

Dia datang ke Jakarta tahun 1997
hanya berbekal ijazah SMA

Sebenrnya ini merupakan rencana cadangan setelah keinginannya berangkat ke taiwan untuk menjadi TKI terhadang masalah dana

Akhirnya ia diajak kejakarta dan menunggu pekerjaan
Yang mana akhirnya panggilan pekerjaan itu datang di hari kedelapan

Ia ditawari pekerjaan pertamanya sebagai OB, Office Boy
Pekerjaan itu diterimanya karena menurutnya “jabatanya terdenga KEREN, pakai bahasa Inggris”

Yang mau ketawa….. silahkan ketawa sekarang hahaha

Mulailah ia menjalani “karir” pertamanya sebagai OB
Mungkin kegigihan sudah merupakan DNA dari Pa Iwan
Hanya dalam hitungan bulan ia sudah bisa naik jabatan
dari OB untuk staf naik menjadi OB untuk direksi

heheheh ya masih tetep jadi OB seh

Ketika jadi OB direksi inilah ia banyak melihat nikmatnya kahidupan menjadi seorang direksi perusahaan
Kursi empuk dan kata dia “kerjannya” cuma marah2 doang aja 🤣

Ia mulai banyak belajar
Mencuri curi waktu untuk mulai belajar menggunakan komputer
Suatu pikiran yang visioner dari seorang OB, yang mau belajar lebih

Kantornya masuk jam setengah 9.
namun ia sudah dikantor sejak jam 7
kadang hanya untuk belajar

Saat itu semangat wirausahanya juga mulai terbentuk
sejak ia sering ikut kajian AA Gym, yang banyak bertema wirausaha

Disaat teman2nya kalau weekend pasti bersantai
Ia justru menggelar lapak dimana Aa Gym memebrikan ceramah
Sering ia menggelar lapak di daerah kwitang senen
Apapun dijualin lah pokoknya

Keinginankuatnya untuk maju mulai terlihat ketika tahun 99 ia akhirnya benar2 naik level
ia masuk ke tim keuangan dan mulai dipercaya menjadi kurir

Kejujuran juga merupaka nilai tambah dari pa Iwan
Saat itu ia bahkan kadang membawa uang tunai 50000 usd untuk di setor ke bank

Ga tau ya itu bentuk jujur apa dia ga ngerti kalau USD itu uang hihihi

Kalau kamu, bakal gimana sekarang pegang uang tunai 50.000 USD?

Setelah jadi kurir, kariernya kembali naik menjadi staff akunting dan keuangan

Ia tak berpuas diri

Ketika melihat banyak staff marketing bisa membeli rumah dan mobil
Ia pun memiliki keinginan yang sama
Namun ia sadar hal itu ga akan terwujud dengan cepat bila ia ada diposisi saat ini

Maka ia nekat mengajukan diri ke manajemen untuk menjadi staff marketing

Dan akhirnya ia………
DITOLAK

Alasannya karena semua marketing harus berijazah sarjana

Nah sekali lagi bagaimana kegigihan dan ketabahannya mengambil peran
Walaupun ditolak, dia terus maju ke manajemen dan menanyakan kemungkinan untuk bisa menjadi tim marketing.
Setiap beberapa bulan sekali ia menanyakan hal yang sama

Maju lagi, di tolak lagi
Maju lagi, di tolak lagi

Terussssss maju

Sampai pada akhirnya keinginannya pun tercapai ketika perusahaannya membuka anak perusahaan baru sehingga di butuhkan banyak karyawan
Disitulah momen ketika ia mulai menapaki karir sebagai sales marketing
Momen ini terjadi di tahun 2001

Trus KEAJAIBAN apa lagi yang terjadi?

3 tahun jadi sales semakin menempa dirinya menjadi menjadi seorang dengan mentalitas business owner

Bayangkan momen ini…..
Suatu hari Sales Manajer di perusahaan resign
Dia menunggu atasan yang baru selama berbulan bulan

Ketika 3-4 bulan ga ada orang baru mengisi kekosongan posisi tersebut
Dia kembali maju ke manajemen dan mengajukan diri untuk menjadi SALES MANAGER

Wow Amazing…….

Saya jarang banget loh denger ada orang SUPER PEDE model begini
Berani-beraninya mengajukan diri

Lebih powerfull lagi dia berani menantang manajemen
Ketika dikasih target penjualan seorang sales manager, dia bilang
“saya akan tercaapai 2 kali lipat dari target, kalau gak tercapai saya akan mundur”

Edian tenan…..

Ga sabar saya pengen cerita kelanjutannya.
Masih ga puas juga jadi sales manajer
3 tahun kemudian dia kembali datangi manajemen untuk mengajukan diri menjadi KEPALA CABANG

Ah ga tau neh, ini orang SUPER NEKAT sekarang

Ketika keinginannya menajdi kepala cabang tidak bisa dipenuhi manajemen
Dia akhirnya memutuskan diri untuk

Tahun 2007 akhirnya menyandang gelar ENTREPRENEUR beneran

Sukseskah?? Ya nggak lah hahaha

Hanya sekitar setahun ketika pertama kali usaha di daerah jawa timur
bukannya nambah harta yang ada malah Rumah tergadai, motor terjual plus hutang baru

Ya gara2 bisnisnya ga pakai ilmu
bisnis hanya bermodalkan ngejar omset ngejar jualan

barangnya habis terjual, uangnya ga kekumpul

Coba deh bayangin, kalau kalian ada di posisi tersebut, sanggup gak untuk terus berjuang dan bangkit dari kegagalan?

Imajinasikan ga punya rumah, nambah hutang, harus bilang apa ke keluarga?

Akhirnya tahun 2008
terpaksa kembali jadi karyawan lagi

Selama 3 bulan awal termasuk masa yang paling berat
Rumah numpang di mertua
Berangkat subuh pulang malam, cuma biar keliatan beneran kerja
padahal dari subuh kerja serabutan dari jadi loper koran sampe kerja apa aja.
Yang penting kerja, total 3 bulan sampe bolak balik keluar 10 perusahaan demi bisa memenuhi semua kebutuhan hidup

Sampai pada akhirnya dapat pekerjaan kembali menjadi sales
Menjual alat alat peraga pendidikan

Dan disinilah titik balik karirnya
Kerja tanpa gaji, hanya berdasarkan komisi penjualan
Benar benar membentuk mentalitas wirausaha

Awal jualan di Jakarta
Menjadi leader sales di Cirebon, naik jadi supervisor di bandung dan jadi manager di Bekasi

Titik puncak kesuksesan terjadi di tahun 2011
Akhirnya membuka perusahaan alat peraganya sendiri
mengcover area banten, lampung dan jawa barat

Semua kegigihan, kesabaran dan ketekunannya terbayar saat ini, dimana saat ini ia sudah memiliki
* 55 kantor perwakilan di 5 Propinsi
* 386 tenaga penjualan
* sedang merintis bisnis barunya di bidang ekspedisi skala nasional

WOW BANGET…..
.
.

Percayalah bahwa gelar, pendidikan atau status sosial dan pekerjaan saat ini ga akan menjadi penentu seperti apa kita menjadi di akhir

Tetaplah berjuang, jadilah sepeti pa Iwan Susanto

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” QS 13:11

Pasti Setuju ya sama ayat itu

Ayoo tetap berjuang kawan2, mencapai semua impian

Rangkuman cerita ini dari acara BUKBER EMINET 2018
.

Salam dan Salim

PS :
Kalau anda sudah baca sampai sini, dan setuju sama ayat diatas, jangan lupa share ya

Biar banyak yang dapet inspirasi, nambah pahala puasa juga

APAKAH KAMU SUDAH SEHEBAT INI MELAYANI CUSTOMERMU

Seneng deh kalau urusan sama perusahaan internasional

Dulu pernah beli buku di bookdepository, udah 3 minggu ga sampe.

Kirim email komplain, tanpa banyak nanya mereka bilang akan kirim ulang.

Canggihnya seminggu kemudian cuma selang bbrp hari yang sampe 2 buku.

As a customer, I was happy
They serve their customer as a VIP

Kejadian lagi……

Kemarin waktu training di SIngapura, sengaja beli 1 paket CD

Dan saya kebiasaan kalau dengerin CD audio ya di mobil aja, temen sambil macet.

Nah kemarin dalam kondisi sambil nyetir pelan karena macet, coba keluarin CD No 10.

Ternyata keras banget, dan ketika dipaksa dengan satu tangan, akhirnya CD nya patah.

Selain itu juga baru nyadar, ternyata CD no 6 dan 7 ga ada di dalam case CD-nya
Ya udah sekalian aja email kesana, mau komplain dan mau beli CD pengganti

sehari kemudian ada balasan, nanya saya beli paket CD yang mana.
Saya foto, jelasin sedikit sedikit dan send reply

Ada balasan kemudian penjelasan, bahwa ini paket CD harian. Ga ada CD no 6 dan 7 karena bila mulai dengerin hari senin, no 6 dan 7 akan jatuh di hari weekend. Okay noted…!

Bagaimana dengan CD no 10??

Dia jawab ” I’m sorry to hear that your recent order was damaged! We can send you a replacement CD at no charge – please confirm the exact product or specific CD titles and shipping address if you haven’t already, and we will ship it out to you immediately.”

What? He say sorry for my mistake

Saya reply lagi gak mau kalah, saya jelasin bahwa CD no 10 ini kesalahan saya, saya mau beli satu aja no 10 bisa gak?

Dan dia tetep maksa akan kirim free…….
Ajaib banget cara mereka melayani permasalahan customernya

Makin ajaibnya
dia janji akan sampe dalam 10 hari
ternyata hari keenam CD nya sudah sampai kantor

Promises less, deliver more

I am super duper happy……

———————————————–

Pelajaran penting banget untuk saya pribadi

Bagaimana untuk bisa meningkatkan pelayanan kepada pelanggan saya

Banyak statistik penelitian yang menunjukan kenapa kita harus melakukan servis terbaik kepada customer yang pernah beli dari kita

Beberapa statistik tersebut adalah:

– Probabilitas menjual kepada pelanggan baru sebesar 5-20%. Sedangkan probabilitas menjual kepada existing customer sebesar 60-70% (Marketing Metrics)

img-1522137518.jpg

– Biaya untuk mendapatkan customer baru lebih mahal 6-7 kali lipat dari pada untuk mempertahankan customer lama kita (White House Office of Consumer Affairs)

img-1523829099.jpg

– 70% dari pengalaman berbelanja adalah dari pengalaman bagaimana si penjual memperlakukan pembeli (McKinsey)

– 91% dari customer yang kecewa ga akan mau berbisnis lagi dengan kita (Lee Resources)

– 24 jam atau lebih cepat adalah waktu yang diharapkan oleh customer untuk mendapatkan jawaban emailnya. (BenchmarkPortal)

—————————————————-

Nah pasti mau dong jadi perusahaan skala internasional, atau minimal perusahaan nasional lah ya.

Pertanyaannya…… Seberapa hebat kita melayani customer kita?

THEY DONT CARE HOW MUCH YOU KNOW, UNTIL THEY KNOW HOW MUCH YOU CARE

JANGAN TERTIPU PENAMPILAN

Ada sebuah cerita dan tentunya cerita pada suatu hari……

Ada seorang wanita dengan gaun yg warnanya sudah mulai memudar. Ia bersama suaminya, yang juga berpakaian sederhana bahkan terlihat usang. Udik bangetlah pokoknya

Mereka datang menaiki kereta menuju ke ke Universitas Harvard. Salah satu universitas terbaik didunia. Mereka langsung mendatangi kantor rektornya dan bertemu dengan sekretaris sang rektor.

Sang wanita berkata “kami ingin bertemu bapak pimpinan Harvard”. Melihat tampilan udik, usang dan kampungan suami istri ini, sang sekretaris menjawab dengan malas dan sinis “Bapak Rektor sedang sibuk. Hari ini tidak bisa diganggu”

Sang sekretaris menjawab hal itu dengan harapan pasangan ini pergi karena bosan menunggu.

Namun sang istri malah menjawab “baiklah kami akan menunggu sebentar”
Sang sekretaris membiarkan mereka menunggu. Namun setelah berjam jam berlalu pasangan ini tidak juga pergi. Hal ini akhirnya membuat sang sekretaris menemui sang rektor dan mengatakan ada tamu, dan tentu saja dengan informasi bahwa ini adalah pasangan kampungan.

Sang rektor akhirnya keluar menemui mereka. Dan tentu saja dengan wajah malas dan sangat tidak menyenangkan.

Sang istri langsung berkata “maaf menggangu kesibukan tuan. Kami memiliki seorang anak yang kuliah ditahun pertama di Harvard. Saya tau dia sangat menyukai Harvard dan sangat bahagia kuliah disini. Tetapi setahun lalu ia meninggal karena kecelakaan. Kami ingin mendirikannya monumen untuk mengenangnya disini”

Sang rektor terkejut, dan menjawab dengan cepat “nyonya, kami tidak bisa mendirikan patung untuk setiap orang yang masuk Harvard dan meninggal. Kampus ini bisa menjadi kuburan bila kami melakukan itu”. Jawab sang rektor dengan ketus

“Ouh bukan, kami bukan ingin membuat patung. Kami ingin menyumbang sebuah gedung untuk Harvard. Untuk mengenang anak kami” jawab sang istri menjelaskan

Sang rektor kembali terkejut, namun malah menjawab dengan sinis “Sebuah gedung? Nyonya tahukah anda biaya mendirikan sebuah gedung? Kami saja sudah menginvestasikan 7.5 juta dollar untuk mendirikan kampus ini”

Untuk beberapa saat wanita itu terdiam. Diamnya pasangan itu membuat sang rektor puas, kepuasan terlihat diwajahnya. Seakan membuat semuanya selesai dan sang pasangan kampungan itu pergi.

Sang istri kemudian berkata pelan kepada suaminya “Kalau hanya segitu saja biayanya, kenapa kita tidak membuat universitas sendiri saja?”

Suaminya menganguk, sang rektor tampak kecut dan makin terkejut

Tahukah anda siapa suami istri tersebut?

Mereka adalah Mr dan Mrs Leland Stanford. Dan itulah sejarah berdirinya Universitas Stanford, yang sekarang juga merupakan universitas favorit di Amerika. Universitas yang meluluskan Elon Musk, Tiger Wood, Sergey Brin, Sundar Pichai

Cerita diatas tentang “orang kampung” yang banyak uangnya……

Ada juga cerita kebalikannya

Namanya Frank Abagnale Jr seorang pemalsu cek kelas kakap. Saking ahlinya sampai dibuatkan film yang dibintangi Leonardo di Caprio, Catch Me If You Can

Frank, seorang pria kelahiran Amerika Serikat ini terkenal akan kelihaiannya memalsukan cek. Ia memulai aksinya saat masih berumur 16 tahun. Ia bahkan memiliki kekayaan sebesar 2,5 juta dolar dari hasil memalsukan cek di 26 negara. Dalam memalsukan aksinya, ia memiliki banyak identitas seperti pilot, dokter, agen biro perjalanan, pengacara. Semua pokoknya profesi yang keren dan dengan pakaian yang rapi klimis abis. Saat ini Frank berprofesi sebagai konsultan keamanan keuangan.

Apakah inti dari semua ceritanya?

Jangan tertipu penampilan. Orang kampungan penampilannya belum tentu ga punya uang. Dan sebaliknya orang klimis dan necis belum tentu ga punya utang dan banyak uang

Sebuah pelajaran lain yang saya dapatkan selama 4 hari disini. Ketika ngobrol dengan banyak orang. Rada kaget juga dapet beberapa cerita behind the stage.

Ternyata…….

Belum tentulah orang-orang yang sudah bolak balik naik panggung berarti sudah aman secara finansial. Bahkan yang bolak balik keluar masuk radio, belum tentu dirinya sendiri telah selesai dengan problem finansial.

Banyak juga dari mereka yang tidak WALK THE TALK. Ngomonganya aja canggih, tapi ga dijalanin sendiri di bisnis dan kehidupan pribadi.

Jangan mudah mendewakan orang hanya karena omongan dan penampilan, apalagi cuma karena screenshot penghasilannya di sosmed 😀

Jangan juga mudah menilai orang ga ada uangnya hanya karena dia diam dan berpenampilan seadanya. Bisa jadi penghasilan abis karena amalnya

Walaupun sejarah telah mencatat begitu banyak kejadian seperti Mr dan Mrs Standford. Dan juga cerita tentang Frank Abegnale, namun anehnya hal ini selalu berulang

Reminder juga supaya melihat orang bukan karena sebuah gaya, kata di sosial media atau malah apa yg dibawa. Harusnya banyak banyak main sama orang bertakwa. Lah wong pada akhirnya derajat orang ditentukan oleh ketakwaan padaNya

🙏🙏🙏 mohon ampun

Salam

Silahkan di share jika dirasa bermanfaat

13 TIPS UNTUK MENEMUKAN KANDIDAT KARYAWAN YANG TEPAT UNTUK USAHA KITA

Dalam skala bisnis UKM di awal mulai mungkin kita menjadi CEO, Chief Everything Officer. Kita melakukan semuanya sendiri, kita yang jadi direktur, sales, admin, bagian pengiriman, saampe jadi OB. Seiring waktu, seiring berkembangnya usaaha, pasti kita butuh bantuan orang lain dan mulai merekrut karyawan. Masalah lainnya akan dimulai lagi disini. Menurut sebuah survey, 42% UKM mengatakan bahwa mencari karyawan adalah salah satu tantangan terbesar. Survey lainnya mengatakan bahwa 45% usaha kecil menemukan sedikit atau tidak ada calon kandidat yang memenuhi syarat untuk lowongan kerja setiap mereka membuka iklan lowongan kerja. Dan bahkan sebuah survey mengatakan, 62% dari para pemilik bisnis UKM melakukan kesalahan dalam merekrut karyawannya. Kebayang kan bagaimana tantangannya dalam mencari karyawan.

Saya juga merasakan demikian di awal saya berbisnis. begitu sulitnya daalam mencari karyawan. Susah banget ngebangun tim. Jangankan mau dapat orang yg berkualitas untuk bergabung, lah setiap buka iklan lowongan kerja aja cuma segelintir yg mau dateng untuk wawancara. Saking sedih dan putus asanya zaman dulu tuh, kalau ada yg dateng apply, syaratnya gampang banget dah. Asal masih ada napasnya aja kita terima. 🙂

Bersadarkan pengalaman dan eberapa referensi, ada beberapa yang harus kita perhatikan dalam proses rekrutmen keryawan untuk usaha kita yang masih skala UKM.

Carilah yang TEPAT, bukan hanya HEBAT
Karyawan terbaik biasanya memiliki dukungan yang terbaik juga, dalam segala hal. Yang kita butuhkan bukan hanya sekedar hebat, namun memang tepat untuk skala bisnis kita.

Bila di analogikan dalam sepakbola, seperti cerita Fernando Torres. Torres di transfer dari Liverpool ke Chelsea dengan nilai mahal sebesaar 50 juta Pound, dengan gaji 175.000 pound/pekan. Ketika di Liverpool hanya dengan 102 kali main di Liga, ia menghasilkan 65 gol. Rasio golnya 0,63, lebih dari 1 gol setiap 2 pertandingan. Namun setelah di transfer begitu mahalnya pada Januari 2011, selama 4 tahun di Chelsea, bermain sebanyak 110 kali hanya menghasilkan 20 gol saja. Sungguh pembelian yang sia-sia bagi Chelsea.

Kenapa begitu? Apa seh yang terjadi?
Bisa jadi Torres sukses di Liverpoll karena sistem permainan yang cocok, pelatih yang cocok, teman teman yang mendukung dan banyak faktor lainnya. Sementara kesemuanya itu tidak ia dapatkan di tim-nya yang baru, Chelsea. Hal ini bisa terjadi juga dalam proses rekrutmen karyawan. Orang hebat di suatu kantor, belum tentu hebat di kantor kita. Oleh karena itu, kita butuh karyawan yang cocok, bukan hanya hebat semata.

Saya juga pernah punya karyawan dengan cerita seperti ini, saya hire dari salah satu perusahaan multinasional, dengan harapan membawa pengalaman bekerjanya dan budaya korporasi besar, namun kenyataannya tak sesuai harapan. Dia terbiasa bekerja dengan sistem yang pasti, dukungan teknologi mutakhir dan segala macam fasilitass yang biasa dia dapatkan di perusahaan besar. Dia gak bisa masuk dengan cara kerja UKM yang serba seadanya, dan harus mengoptimalkan resources yang ada.

Sadari sebagai UKM kita bukan lagi pilah pilih, namun dipaksa memilih sisa
Sebagai UKM, seperti cerita saya di awal, ada yang mau kerja aja syukur Alhamdulillah. Kalau bisa dapet yang pinter, loyal, plus rajin dan dengan budget gaji UKM, itu ibarat dongeng 1001 malam. Oleh karena itu dari awal udah harus sadar bahwa kita bukan dapet yang terbaik. karena orang2 terbaik ya pastinya sudah di hire sama perusahaan internasional atau minimal multinasional. Oleh karena itu persiapkan diri kita juga sebagai pengajar untuk karyawan kita nanti.

Tidak boleh punya prinsip “Tak ada ROTAN, AKAR pun jadi”
Peribahasa yang sering kita dengar, bagus buat semangat solving problem. Tapi jangan dipakai untuk proses rekrutmen. Jadi ibarat kita gak bisa dapet pekerja nomor satu, ya minimal kita dapet yang kelas 2 atau kelas tiga lah. jangan samapai demi punya karyawan kita ambil calon karyawan yang “tinggal kelas”. Jadi jangan memaksakan rekrut karyawan karena gak ada lagi yang melamar. Bersabarlah, dan perbaiki semua proses rekrutmen. Gimana mau naik kelas dari level UKM kalau dapat pekerjanya juga asal-asalan.

Berikut beberapa tips yang mungkin bisaa diaplikasikan ketika kit amelakukan proses rekrutmen. Silahkan diaplikasikan yang memang cocok untuk bisnis anda.
Lakukan standarisasi dalam proses rekrutmen. Walaupun UKM, tapi cara kelola bisnisnya harus tata cara kelola korporasi besar. Saya yakin ga ada perusahaan skala besar yang melakukan proses rekrutmen asal-asalan. Buat SOP standar bagaimana usaha kita dalam merekrut karyawan, dan lakukan secara disiplin. Dan kecenderungannya, makin susah masuknya, biasanya lebih dihargai. dibanding proses yang cuma bawa lamaran, ngobrol sebentar, trus langsung diterima.

Lihat kedalam rumah dahulu. Walaupun UKM, tapi cara kelola bisnisnya harus tata cara kelola korporasi besar. Saya yakin ga ada perusahaan skala besar yang melakukan proses rekrutmen asal-asalan. Buat SOP standar bagaimana usaha kita dalam merekrut karyawan, dan lakukan secara disiplin. Dan kecenderungannya, makin susah masuknya, biasanya lebih dihargai. dibanding proses yang cuma bawa lamaran, ngobrol sebentar, trus langsung diterima.

Tuliskan lowongan kerja yang menarik. Sebelum kita membuat iklan dan mencari calon karyawan, ada baiknya kita melihat calon internal yang ada dulu. Ya kecuali kalau ini buat karyawan pertama ya… Secara pribadi saya beberapaka kali melakukan proses rekrutmen internal. Namun tentu saja tetap memalui proses rekrutmen yang seharusnya dan melihat kompetesi yang dibutuhkan. Akan lebih baik mengupgrade posisi karyawan internal, karena kita sudah mengenal kualitas dan attitude-nya.

Iklannya dimana? Iklan loker juga adalah sebuah iklan. banyak orang yang melupakan itu. maka cobalah berpikir sebagai seorang marketer dalam memasarkan iklan loker kita. Buatlah ia menajdi TERLIHAT. Kalau iklan loker di awali dengan kalimat “DIBUTUHKAN” ini ibarat kita bikin cerita diawali dengan kalimat “PADA SUATU HARI”. Beberapa tips-nya sebagai berikut :

Judul loker jangan panjang-panjang. Buat yang singkat, padat namun menarik
Buatlah iklan, bukan hanya deskripsi perusahaan. Seringkali saya membuat dalam cerita menarik tentang usaha kita, dan akan seperti apa perusahaan kita nanti. Jadi iklankan dulu perusahaan kita.
Jualah posisi yang kita tawarkan. Jangan hanya menuliskan syarat dan kualifikasi yang dibutuhkan, namun tuliskan benefi yang mungkin bisa didapatkan oleh calon karyawan terbaik. Lagian gak pake syarat aja belum tentu ada yang apply seehhh. Tonjolkan benefit, benefit dan benefit bagi kandidat yang sesuai. Tulisankan sebanyak mungkin walaupun itu hal kecil, seperti “nonton bersama setiap 6 bulan” atau apapun kegiatan menyenangkan di perusahaan
Permudah mereka untuk datang. Pada saat kita akan melakukan tes atau wawancara, perudah mereka untuk hadir di tempat kita. Lakukan beberapa hal sederhana ini :
Beri 2-3 pilhan waktu, hari atau jam. Ini merepotkan kita, namun untuk memperbesar kemungkinan mereka hadir di kantor.
Berikan detail alamat kantor, patokan yang mudah terlihat, koordinat gps map, atau rute menggunakan angkutan umum.
Hubungi mereka lewat email, telp, sms dan wa. kita ga pernah tahu lewat mana yang akan di respon. Agak repot dikita seh, cuma sayang kan kalau kehilangan calon potensial hanya karena dia kelewatan baca email panggilan kita.
Lakukan tes penerimaan. Sekali lagi walaupun UKM, tetap harus memberikan tes. Sebagai UKM kita hanya bisa memilih yang terbaik dari sisa-sisa kandidat. Oleh karena itu perkecil kesalahan kita dalam merekrut dengan melakukan tes. Beberapa tes standar seh. Kalau kita ga punya resources untuk melakukan sebaiknya dilakukan oleh pihak ketiga. Banyak vendor yang menyediakan tes semacam ini. Dan saya pun melakukan sendiri tapi saya membeli software untuk tes ini. Adapun beberapa tes yang biasanya dilakukan adalah tes IQ dan tes kepribadian. Saran saya terima hanya calon karyawan dengan IQ diatas 110. Kecerdasan rata-rata orang indonesia antara 100-110. Bila kita nekat merekrut yang dibawah 100 biasanya akan lebih lambat ketika proses bekerja dan proses pengajaran. Sedangkan tes kepribadian bisa menggunakan DISC, PAPI test dan banyak tes lainnya. Tes ini ga jaminan 100% karyawanyang kita rekrut jadi yang terbaik. Ini hanya memberikan sebuah standar dan guidance penerimaan karyawan baru di kantor kita. Ibaratnya usaha kita adalah sebuah bus, nah kita adalah supir busnya. kita hanya mengizinkan orang-orang terbaik untuk menjadi tim kita. Di tempat saya hanya IQ lebih besaar dari 110 dan tes DISC yang sesuai yang akan lanjut ke tahap wawancara.

Wawancara yang khas. Lakukan wawancara dengan cara yang berbeda jika memungkinkan. Wawancara one on one sudah mainstream banget. Saya sendiri melakukan wawancara bersama-sama dengan format diskusi FGD. Jadi mereka para calon kayawan, di buat kelompok, di beri soal untuk didiskusikan dan di presentasikan. Suasana pun di buat santai, saya beri makanan snack dan minuman, karena santai biasanya mereka keluar gaya kerja dan sikap aslinya. Para kandidat yang tidak sesuai secara sikap, kami eliminasi. Yang sesuai baru lanjut wawancara one on one untuk pendalaman. Sebagai referensi bisa dilihat di video bagaimana Heineken mencari karyawan baru. Klik The Candidate – Heineken Seruuu….. Hal yang menarik juga dilakukan oleh Tesla Motor. Mereka melakukan proses rekrutmen kolaboratif, mengenalkan calon karyawan prospektif ke seluruh karyawan lintas departemen dalam sebuar tur, calon karyawan akan mengahbiskan sehariann penuh rangkaian wawancara dalam tur tersebut dengan banyak orang dan dari berbagai departemen. Tesla mengharapkan calon karyawannya ini menjadi orang yang inovatif dan menguji kelincahan otaknya dalam berpikir. Semakin khas wawancara kita, biasanya juga bisa menjadi alat menjual perusahaan kita kepada calon karyawan yang sesuai.

Lakukan rekrutmen rutin. Butuh atau tidak, sebaiknya rutin melakukan proses rekrutmen. Dengan begitu kita akan punya library data orang2 yang sebenernya cocok untuk perusahaan kita. incase ada yang resign atau penambahan personel, orang-orang yang ada di data tersebutlah yang pertama kali bisa kita gunakan. ini akan sangat mengefesiensi proses rekrutmen. Simpan file calon orang orang terbaik ini dengan rapi.

Buatlah perjanjian masa percobaan. Tes terbaik bukanlah pada saat proses rekrutmen, namun ketika sudah mulai bekerja. Jadi ada baiknya dari awal pakai masa percobaan. Bahkan bila memang krusial, bisa jadi menggunakan sistem kontrak dulu di tahun pertama.

Jika memungkinkan rekrutlah lebih dari 1 karyawan untuk 1 posisi. Hal ini akan membuat adanya kompetisi, dan biasanya calon karyawan akan berusaha mengeluarkan potensi terbaiknya. sekali lagi, bahwa cara ini dilakukan hanya bila memungkin ya…..

Minta nomor kontak atau referensi perusahaan sebelumnya. Calon karyawan yang tidak memiliki masalah biasanya akan dengan ringan saja memberikan kontak tersebut, dan sebaliknya bagi calon karyawan yang bermasalah.

Cek sosial media. Kalau ini tambahan iseng aja seh. Tapi buat saya, saya jadikan patokan penerimaan juga disaat terakhir. biasanya saya stalking sosmed calon karyawan. Kalau isinya kebanyakan keluahan, marah-marah, hate speech, hoax dan segala materi negatif lainnya. biasanya saya coret lagi, karena saya ga mau problem kantor naik ke dunia maya dan bersumber dari tim sendiri. Maaf kami tidak menerima anak alay zaman now

Kalau masih ragu, jangan memaksakan untuk melakukan rekrutmen. Bila dari semua calon yang sudah di tes dan di wawancara tenyata tidaak ada yang pas di hati dan pikiran kita, maka hentikanlah. Jangan paksakan untuk melakukan rekrutmen. Percayalah selalu ada orang yang tepat di luar sana. Nyari karyawan sama koq kaya nyari jodoh, kalau gak cinta, masa mau kawin paksa. Gak asik………………

Salam….

Silahkan share jika dirasa memberi manfaat

KALAU MAU BUKA USAHA, INI YANG HARUS KITA TAHU TENTANG RESIKO

Kemarin ngobrol sama teman dan kebetulan ada saudaranya juga. Si saudara ini berkeinginan untuk membuka usaha. Dan ada satu pertanyaan klasik yang selalu muncul ketika mau buka usaha. Dia bertanya tentang gimana seh resiko usaha?

Jawaban saya sederhana…….
Yang pertama bahwa semua hal ada resikonya
Yang kedua kita cuma harus tahu kadar resiko kita ada dimana

Hal pertama yang harus kita sadari bahwa segala hal itu selalu ada resikonya, kita diam aja nggak ngapa-ngapain juga beresiko koq.
Begitu juga dengan usaha, semua pasti ada resikonya
Dan idiom umum yang berlaku di dunia, yaitu high risk high return.

Nah…..
Karena semua hal dan semua usaha memiliki resiko, kita jangan berfokus sama resikonya. Tapi berfokuslah mengukur tingkat resiko dan bagaimana menghadapinya

Ada data statistik tentang usaha yang baru dimulai di buku E-myth yang ditulis oleh Michael Gerber. Ia meneliti 1 Juta UKM di US dan didapatkan hasil :
1. 40% bisnis tutup di tahun ke 2
2. 80% bisnis tutup di tahun ke 5
3. 96% bisnis tutup di tahun ke 10
4. Hanya 4% yang mampu bertahan

img-1514907237.jpg

Jadi ibarat ada 100 usaha baru, maka hanya 20 usaha saja yang bisa melewati usia 5 tahun, dan hanya 4 usaha saja yang bisa terus bertahan lebih dari 10 tahun.

Serem kan data statistiknya? Hehehe….
Oleh karena itu memang benar bila dikatakan begitu besarnya resiko untuk menajalankan bisnis.

Yang kedua kita juga harus tau kadar resiko kita dari sebuah tindakan yang tentu berbeda beda dari tiap orang.
Ini ada sebuah ceritanya yang menganalogikan tentang kadar resiko.

Bila ada orang datang kepada saya. Saya tidak mengenal orangnya sama sekali. Penampilannya berambut gondrong, penuh brewok, tatoan di sekujur tubuhnya serta bekas luka melintang di pipinya. Ia pun mengatakan baru saja keluar penjara. Ia berkata “ayo kita kerjsama, mari kita buat rumah makan, saya kelola bisnisnya, kamu cukup kasih modal 100 juta”

Ia mengajak saya berbisnis yang saya ga tau ilmunya, dia pun belum punya pengalaman, di tambah dengan kesan pertama penampilannya. Bagi saya ini sangatlah BERESIKO. Saya berpikir ini mah buang buag uang aja, kalau ga bangkrut ya palingan ditipu nanti

Mungkin cerita akan berbeda bila ida datang ke seorang Chairul Tanjung.
Bila orang yang sama datang ke CT, dengan penampilan yang sama, dan berbicara hal yang sama, meminta modal 100 juta untuk buat rumah makan. Mungkin ada kemungkinan akan di berikan.

CT mungkin berpikir, ya sudahlah, anggap aja sedekah 100 juta. siapa tau dia bisa jadi baik. Buat CT kehilangan uang 100 juta ga akan mengoncangkan kehidupannya. Tidaklah BERESIKO kejadian ini untk seorang CT

Kita sendiri yang tahu dimana kita bisa bermain dengan resiko, dan memang harus tahu posisi kita. Kalau dah paham tentang 2 prinsip itu, nah tinggal kita mengelola resikonya

Sebenarnya resiko bisnis itu apa aja seh?
Beberapa resiko yang mungkin di hadapi didalam, yaitu

1. resiko keuangan
2. resiko produk
3. resiko market
4. resiko membentuk tim
5. resiko eksekusi

Lalu bagaimana bila kita mau pertama kali usaha, bagaimana mengelola dan mengukur resiko bisnis yang akan kita jalani?
Paling gampang ya sesuai cerita tadi. Ukur resiko pribadi kita, bila usaha kita gagal maka kita gak akan mati, hidup kita ga akan jadi susah.

Sedangkan bila kita masih kerja dan mau pindah kuadrann menjadi usaha, maka ada beberapa tips yang mungkin bisa dijalanin untuk mengurangi kadar resiko yang akan kita hadapi nanti

1. Tentukan dulu kapan mau resign. Kalau ga ada targetnya biasanya ga akan jalan itu usaha. Bisa jalan seh usahanya, sebagai usaha sampingan, tapi bisa jadi selamanya jadi usaha sampingan loh. Dan kebanyakan yang namanya usaha sampingan yah hasilnya juga cuma sampingan. Lagian ga baik kelamaan hidup di dua dunia seperti itu. Ga fair juga kita kerja dan digaji tapi fokus pikiran dan energi kita banyak dicurahkan untuk usaha. sebaiknya hidup di dua dunia seperti ini jangan lebih dari satu tahun. namun ini semua tergantung dari kesiapan

2. Mulailah menabung. Bisa buat modal usaha plus terutama buat biaya hidup selama minimal 1 tahun kedepan. Kenapa harus nabung? ya biar kita ada cadangan aja buat hidup, jadi kita ga langsung bergantung sama hasil usaha. Sedangkan usaha belum tentu meledak penjualannya di awal waktu. Terutama buat laki laki yang sudah berkeluarga, ini sangat penting. Jangan berharap bisa fokus dan kreatif menjalankan usaha, ketika dapur nyonya dirumah besok belum tentu bisa ngebul. Mulai belajar sederhana, ga usah kebanyakan gaya. Bersabarlah, biarkan bisnis kita yang nanti membiayai gaya hidup. Saya secara pribadi bukan tipikal pendukung gerakan bakar kapal, yang asal resign

3. Mulai belajar tentang wirausaha. Buat saya pribadi justru ini modal utama sebelum terjun ke dunia usaha. Saya mulai banyak bergelut dengan buku tetang wirausaha dan pengembangan diri sejak 2008, dan intensif ikut seminar bisns dari tahun 2010. Bahkan saat itu ga kebayang mau usaha apa. ternyata kesempatan muncul di tahun 2013. Dunia usaha begitu banyak variabelnya yang bisa menyebabkan kita menjadi gagal atau sukses, maka ilmu lah yang akan menunjukan jalannya. Persiapan diri kita dengan mulai membaca buku, ikut seminar dan ikut komunitas bisnis. Pelajari tentang keuangan, produk, market, membangun tim dan juga bagaimana tentang proses dan eksekusi sebuah strategi. Imam Syafi’i berkata “Kalau kau tak sanggup menahan lelahnya belajar, maka bersiaplah menanggung perihnya kebodohan”.

– Berapa banyak buku yang kamu baca? –

4. Mulai aja. Ini yang terakhir, penting untuk yang memang ingin memulai usaha, ya mulai aja. take action. di awal bisnis itu, banyakin actionnya sedikit mikirnya.

Ditulis dari pengalaman pribadi. Namun tulisan ini bukan buat ngajak orang resign trus bikin usaha. Saya ga pernah ngajak2in orang untuk usaha, namun akan selalu berbagi cerita ketika diminta. Saya bukan tipikal kompor yang model begitu koq.

Toh karyawan profesional atau usahawan juga sama sama mulia ketika ia berusaha menjadi pejuang keluarga.

Lagian belum tentu juga yang usaha jadi lebih kaya dibanding yang masih jadi karyawan. Please do not compare. semua orang punya peran dan passionnya…..

Silahkan share jika dirasa bermanfaat

Salam

HATI HATI AKAN NIATMU KETIKA BUKA USAHA

“Bro, gw pengen buka usaha neh, biar bisa santai dan banyak waktu untuk keluarga. Gimana mulai nya neh?”

“stress neh, berangkat pagi, kadang pulang bawa kerjaan juga”

Itu salah satu ungkapan temen via chat, yg skrg masih jadi profesional pekerja dan ingin berubah menjadi usahawan.

Gw jawab singkat dengan sok bijaksana dan bijaksini

“Bro, istigfar….”

Ga salah bro? Niatan pengen berubah kuadran karena itu aja?
Sebenenrnya tujuan itu seh ga ada salahnya. Cuma kalau penempatan waktunya diawal bisnis bisa jadi gak pas, malahan bisa jadi berbahaya dan kurang bijaksana.

Kenapa?
Bener seh kita bisa santai, kalau bisnis jalan, jualan ok, omset keren, profit mantab. Lah kalau kagak? Boro2 waktu untuk happy sama keluarga, lo masih boleh pulang ke rumah aja masih untung.

Diawal dulu semua kita kerjain sendiri. Ibaratnya jadi beneran kaya CEO, chief everything officer. Para stakeholder di kantor, dah bisa mulai komunikasi dan diskusi dari subuh. Apa aja ide yg kepikiran pas subuh langsung ngobrol di grup. Ngerjain konten website aja bisa tiap hari sampe jam 2 malam. Nyari data email costumer buat email marketing aja tiap malam. Sampe om gugle nya dah hapal, apa yg mau diketik dikolomnya.
Ibarat waktu kerja di tahun pertama mah. Kerja 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Mirip mirip lah sama apotek K24. Belum ada tuh waktu buat piknik keluarga. Selain blm ada waktu, yg pasti blm ada uangnya juga kali

Tentang jualan malahan lebih ngeri lagi. Sepi bos…. malahan dulu sempet punya ide gila, gimana kalau gelar dagangan itu alat lab, pas depan mesjid abis solat jumat. 🙂
Jangankan dapet order, ada org telp atau email minta penawaran aja dah seneng banget dah. Inget banget dulu kalau pas bales email penawaran tuh kadang semua endorfin langsung keluar, saking senengnya. Secara kuantitatif dan kualitatif, mungkin konsentrasi endorfin nya udah sama pada saat elo orgasme. D#[%bsga/)jcbd¿$j#sensor

Di tahun pertama elo bakalan mencurahkan segenap hati, pikiran, emosi, jiwa, bahkan cinta dan romantisme elo ke bisnis. Ga akan ada waktu santai dan leha-leha. Belum jualan woy…

Menurut penelitian, bahwa 80% usaha mati di tahun pertama. Dari sisanya 16% akan mati sebelum masuk tahun ketiga. Hanya 4% bisnis yang bisa selamat dan panjang umur. Nah kebayang gak lo, lo masuk kategori yang mana, kalau diawal bisnis aja dah pengen santai?

Intinya, jangan sampe elo salah menempatkan tujuan pengen bisnis. Kalau elo pengen santai dan banyak waktu, mungkin bukan bisnis jalannya. Akan beda soal kalau tujuan pengen santai dan banyak waktu buat keluarga itu ditaruh sebagai tujuan akhir.

Kalau skrg masih kerja tp pengen lebih santai. Mending tingkatkan kemampuan, asah ketrampilan, tambah ilmu. Masalah pekerjaan yg bikin stress dan ga jd santai dalam bekerja, biasanya karena kurangnya kapabilitas kita dalam menghandle beban pekerjaan. Setelah terus meningkatkan kapabilitas, kalau bisa bentuk tim yg bisa bantu pekerjaan kita. Dengan membetuk tim, maka kita membagi beban pekerjaan. Biasanya beban kerja fisik akan berkurang, tp berubah jd beban berpikir kreatif dan startegis.
Dan cara paling gampang lainnya, ya bikin santai aja lingkungan kerja kita. Banyak bersyukur dan jangan banyak mengeluh. Karena keluhan akan cuma bikin beban semakin terasa.
Baru inget lagi kata2 keren ini
“Problem is not the problem, the problem is your attitude”.

KARYAWAN PEMBELAJAR

Kemarin adalah salah satu seminar terberat dalam hidup saya 🤣

Karena memang materinya berat, selain itu disampaikan full dalam bahasa inggris. Ketawa aja nunggu temen sebelahnya ketawa dulu 😜

Dan disetiap pelatihan yang saya ikuti, biasanya saya hanya mencari 1 atau 2 jurus saja yang bisa saya praktekan dalam bisnis atau hidup saya.

Materi kemarin tentang digital transformasi. Bicara tentang transformasi sebuah perusahaan di era digital. Bagaimana melakukan inovasi.

Satu hal menarik dibawakan oleh Bapak Risman Adnan, direktur RnD Samsung Indonesia. Dia bilang salah satu syarat agar perusahaan bisa melakukan transformasi dan inovasi di era digital adalah bila karyawannya adalah karyawan pembelajar.

Pertanyaannya gimana caranya bisa tau bahwa calon karyawan yang mau kita hire adalah seorang pembelajar?

Gampang kata dia……

Biasanya dia akan kasih calon karyawan sebuah buku, dikasih waktu 2 minggu untuk dibaca. Dia minta tuliskan resume dan dipresentasikan ke dia.

Menurut dia hanya orang pembelajar yang mau melakukan ini. Orang yg pintar saja belum tentu mau. Orang pembelajar adalah orang yang bisa membaca, menulis dan mempresentasikan sesuatu.

Dan ini adalah “AHA moment” saya…….

Menurut saya ini adalah masalah attitude dan daya juang nantinya

Lah…..
Ya itu kan perusahaan Samsung, ya pasti calon karyawannya mau lah disuruh baca buku. Wajar mau masuk ke perusahaan besar.

Nah justru itu. Kalau perusahaan kita masih kecil. Kalau calon karyawan kita dikasih
tugas baca aja gak dikerjain karena menganggap ini perusahaan kecil…. malah jadi sebuah indikator bad attitude terhadap apresiasi ke perusahan.

Seru juga jurus ini kalau dipraktekin

KETIKA SI NENEK MELEMPAR KOIN

Baca berita kejadian ini sekitar hari lebaran kemarin ada seorang nenek di china melempar koin untuk mendapatkan keberuntungan dan keselamatan selama penerbangan bersama keluarganya

Sebuah hal yang wajar saja, apalagi di negara China. Disini aja banyak orang yang juga memiliki kepercayaan seperti ini, bahwa melempar koin membawa keburuntungan
Yang jadi masalah ternyata si nenek itu melempar koin nya kedalam mesin pesawat
Hal ini membuat penerbangan China Southern Airline CZ380, dari Shanghai ke Guangzhou menjadi tertunda selama 5 jam untuk melakukan investigasi
Dan benar setelah diinvestigasi petugas di temukan koin2 tersebut
Sang kapten pesawat mengatakan bahwa bila hal ini tidak diketahui, pesawat bila mengalami kegagalan mesin pada saat terbang dan tentu saja fatal akibatnya

Menurut kamu apa yang dipikirkan sang nenek?
Kebayang gak gimana sebelnya penumpang yang lain? 😜😜

Bisa jadi kesel setengah mati, apalagi untuk orang yang memang punya banyak rencana

Yakinlah bahwa Ia pasti melakukan itu tanpa ada niatan jahat, ia hanya tidak mengerti
Ia melakukan itu hanya berdasarkan naluri dan kepercayaannya, bahwa dengan melempar koin ia akan mendapatkan keberuntungan
Namun ternyata ia malah merugikan dirinya sendiri dan bahkan ratusan penumpang lainnya

Sebuah pesawat, seorang pilot, para awak dan penumpang harus sesuai fungsinya agar perjalanan bisa aman dan sesuai jadwal
Salah satu bermasalah, maka akan menggangu lainnya
Inilah bukti bahwa pengetahuan yang rendah, tidak hanya merugikan diri sendiri tapi bisa juga orang lain

———————————–

Sama seperti di dunia kerja
Semua pekerja merupakan satu tim
Tim kita bekerja layaknya sebuah mesin.
Bila ada satu bagian yang tidak bekerja seirama maka bisa menggangu kinerja mesin secara keseluruhan
Kurangnya kapabilitas kita dalam bekerja, bukan hanya akan merugikan kita sendiri loh,
namun juga rekan-rekan lain yang mungkin saja terhambat pekerjaannya karena menunggu kita
Menunggu kita yg belum selesai, atau menunggu kita karena banyaknya kesalahan.

Oleh karena itu
bagi kita yang masih berkemampuan rendah
maka segeralah belajar dan mengejar ketertinggalan kita dari rekan kerja yang lain
Segeralah sadar
Datangi dan rendahkan hati kita untuk mau belajar pada senior.
Lebih bagus lagi kalau sadar datang bukan hanya bawa pertanyaan, tapi juga bawa cemilan 😀😜
Kalau emang tahu belum bisa bekerja cepat, maka datanglah lebih pagi dan pulanglah lebih sore
Tunjukan itikad baik kita untuk mau bekerja lebih dan belajar lebih

Dan sebaliknya bagi para pekerja dengan kemampuan yang tinggi.
Maka ajari rekanmu yang masih belum mengerti
Agar ia juga tak menjadi batu sandunganmu.
Ajari dan berbagi pada rekanmu agar ilmu itu menjadi bernilai ibadah

Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim)

img-1514858164.jpg

Dan bagi berbisnis bersama sama

Bangun segera kapasitas kita agar sejalan dengan rekan bisnis yang lain

Ada sebuah penelitian dari McCrindle Research Australia tahun 2013
Setelah diteliti dari 586 responden tentang nilai-nilai ideal yang harus dimiliki dari seorang leader,
ternyata hasilnya adalah

  1. kompeten
  2. ambisi
  3. berpikiran terbuka
  4. kepedulian
  5. kerjasama

Dari penelitian itu, no 1 yang harus dimiliki ternyata adalah kemampuan, kecakapan atau kompeten

Maka dalam berbisnis bersama
Bila kemampuan kita masih kurang dibanding rekan bisnis yang lain, maka….
bacalah buku lebih banyak dari rekan kita
hadiri majlis ilmu lebih sering dari rekan kita
silahturahmilah dengan orang sukses lebih lama dari rekan kita

tidurlah lebih malam
berjalanlah lebih jauh
bekerjalah lebih keras

Dan tunjukan itikad baik kita bahwa kita sesungguhnya sedang berproses untuk belajar.
Terus bergairah dan terus semangat mengejar ilmu.

———————————————

Si nenek ga punya niat jahat
Namun pengetahuan dan pengelamannya yang minimal
jadi nyusahin banyak orang
Ga mau kan kaya si nenek itu?

Rendahnya pengetahuan dan ketrampilan
Membuat dirimu dan orang lain dlm kesulitan
Namun semua bisa diatasi
Asal ada niatan dan semangat didalam diri

Note : jatiasih di malam hari….
Mohon maaf, ketika menulis hanya sebagai reminder diri

ANTARA ADAB DAN ILMU

Kemarin datang ke sekolah anak untuk ikut merayakan hari guru. Ada sebuah materi yang menarik, ketika ada bahasan mengenai adab di era digital dan apa hubungan adab dengan ilmu.

Dalam bahasa arab hanya 3 huruf untuk kata adab. Lafadnya sedikit namun maknanya banyak. Bahkan sulit mencari padanan katanya yang sesuai dalam bahasa apapun

Ada banyak adab dalam kehidupan. Salah satunya ya adab kepada ilmu, dan juga termasuk adab kepada guru didalamnya.

Sebenarnya kata adab tidak ada yang disebutkan secara langsung didalam alquran. Namun bisa dikatakan adab di representasikan dalam surat At Tahrim ayat 6, dimana dikatakan diayat tersebut kewajiban kita memelihara diri dan keluarga dari api neraka.

Kewajiban kita memelihara diri dan keluarga hanya bisa dilakukan bila kita berilmu. Namun kenyataannya ilmu itu tidak bisa berjalan sendiri, ia harus berjalan bersama adab

Saking pentingnya adab, bahkan ada ulama yang mengatakan bahwa lebih memerlukan adab yang banyak di banding ilmu. Karena bila ilmunya yg banyak namun adabnya sedikit, hanya kerusakanlah yg ditimbulkan

Imam Ibnu Qasim salah satu murid senior Imam Malik menyatakan, ”Aku telah mengabdi kepada Imam Malik bin Anas selama 20 tahun. Dari masa itu, 18 tahun aku mempelajari adab sedangkan sisanya 2 tahun untuk belajar ilmu”. Demikianlah para ulama terdahulu, karena amat mementingkan belajar ahlak, bahkan menempuhnya dalam waktu yang cukup lama. Bahkan jauh lebih lama dibandingkan mencari ilmu itu sendiri

Sedangkan Imam Syafii ketika ditanya pendapatnya mengenai adab, ia menjawab bahwa mencari adab seperti seorang ibu yg mencari anak satu satunya yg hilang

Udah sadar begitu pentingnya adab? Udah makin tau adab dulu sebelum mencari ilmu?

Kalau belum….
ada tambahan cerita lagi dari Khalifah Harun al Rasyid. Ia menitipkan anaknya kepada seorang ulama untuk dididik. Setelah beberapa bulan ia datang kembali ke tempat sang ulama, dan ia melihat anaknya sedang menuangkan air untuk wudhu gurunya.

Tiba-tiba Sang Khalifah menegor sang ulama, dia berkata “hei syeikh bukankah aku menitipkan anakku untuk kau didik. Kenapa kau suruh hanya untuk menuangkan air?Seharusnya ia kau ajarkan menuangkan air dengan tangan kanan, dan tangan kirinya membasuh kakimu”

Wow banget kan ya

Nah…….
Makanya, yuk jaga kepantasan adab kita ketika belajar. Jaga adab kita kepada guru

Padahal dengan adab yang baik maka ilmu tersebut menjadi berkah. Bagaimana ingin mendapatkan keberkahan ilmu jika adabnya saja tidak diperhatikan. Ilmu tersebut mungkin tidak akan bertahan lama atau tidak akan mendapatkan berkah.

Kalau kita belum sukses….. jangan-jangan bukan karena salah ilmu atau gurunya. Namun karena adab belajar kita yang belum sesuai kepada ilmu dan guru

SELAMAT HARI GURU

Tulisan ini sebagai pengingat diri sendiri dan sebagai motivasi diri untuk lebih menghargai para guru

Salam

Silahkan di share jika dirasa memberi manfaat